HMI Malang Duduki Gedung DPRD Kota Malang

HMI Malang Duduki Gedung DPRD Kota Malang

Antara massa HMI dan aparat kepolisian terjadi aksi dorong di depan Gedung DPRD Kota Malang. (Foto: Haris Sugiharto-aremamedia.com)

MALANG – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) se Malang Raya unjuk rasa sebagai bentuk solidaritas bagi rekan-rekannya yang menjadi korban kekerasan saat demo di Bengkulu. Mereka membakar ban bekas di depan gedung DPRD Kota Malang ,Jumat ( 21/9/2018).

Dengan mengusung berbagai spanduk yang bertuliskan mengutuk aksi kekerasan pada rekan-rekan mereka di Bengkulu, mereka juga membagikan selebaran kepada para pengguna jalan. Aksi yang semula tertib berubah saat massa mahasiswa berupaya masuk ke dalam gedung DPRD Kota Malang. Akibatnya beberapa kali terjadi aksi dorong pagar masuk gedung dewan yang dijaga ketat aparat kepolisian dari Polres Malang Kota.

“Kita ingin masuk dan ini menjadi hak kita. Aparat kepolisian jangan sekali-kali menyentuh kami karena akan kita seret ke jalur hukum,” teriak salah satu koordinator aksi massa melalui pengeras suara. Bahkan saat massa HMI menolak saat ditemui anggota DPRD dari FPAN, Dito Arif. “Kita ingin bertemu dengan semua anggota dewan terutama PDI Perjuangan!” teriak pendemo menolak kehadiran Sekjen DPD Pan Kota ini.

Setelah ditolak, massa pendemo mencoba masuk paksa ke dalam gedung DPRD yang dijaga aparat kepolisian. “Masuk robohkan…masuk kita masuk…!“ teriak salah satu orator. Aksi dorong pun tidak bisa dihindarkan.

Merasa aksinya masuk gedung dewan dihalangi, massa HMI kemudian memanfaatkan tembok di sekeliling gedung dewan. Aksi ini ternyata berhasil. Merasa tidak ditemui wakil rakyat, massa kemudian meninggalkan gedung DPRD Kota Malang. “Kita akan datang lagi ke gedung ini dengan massa lebih banyak,“ ujar Ketua Umum HMI Cabang Malang, Supriyadi. (*)

Pewarta : Haris Sugiharto
Editor : Noordin Djihad