Hari Kedua PSBB Muncul Kontra dari Masyarakat Batu

Hari Kedua PSBB Muncul Kontra dari Masyarakat Batu

Caption:
Oky pemilik toko pakan burung yang merasa keberatan dengan cara Satpol PP menindak dirinya dalam operasi. (Foto: Doi Nuri – aremamedia)

BATU – Waktu tiga hari sosialisasi peraturan Wali Kota (Perwali) Batu nomor 48 kepada masyarakat, sepertinya belum maksimal. Baru hari kedua pelaksanaan PSBB di Kota Batu mulai terjadi kontra terhadap pengawalan Perwali yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batu.

Oky Berli Saputra (31) pemilik toko pakan burung di jalan Suropati Kota Batu, mengutarakan kekecewaannya di media sosial sebab merasa mendapatkan tindakan kurang pantas dari Satpol PP Kota Batu. “Saya cari nafkah hanya dari satu sumber jual pakan burung ini saja. Apalagi saya tidak merasa mendapatkan sosialisasi apapun terkait PSBB ini. Orang tua saya RT, justru tidak menerima imbauan apapun,” ungkap Oky geram.

Seharusnya, kata Oky, bersifat peringatan dulu san tidak langsung menindak. “Saya dipaksa menandatangani surat. Alasannya melebar, karena saya tidak menerapkan protokol kesehatan. Padahal di meja saya ada hand sanitizer, sejak awal toko saya berdiri di depan juga sudah ada tempat cuci tangan. Memang saya akui, saat petugas datang masker sedang tidak saya pakai,” imbuh dia.

Kalau memang merata, masih kata Oky, kenapa usaha kuliner tidak diperingatkan? “Mas bisa lihat sendiri, dan silakan tanya apakah usaha kuliner di sekitar toko saya ini diperingatkan? Saya akan taat aturan, tapi jangan tebang pilih,” tegasnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Batu Muhammad Nur Adhim menegaskan, jika operasi yang ia lakukan bersama anggotanya sudah sesuai prosedur. “Dihari kedua ini, tidak ada penindakan kepada pedagang dari kemarin hingga hari keempat PSBB. Kami hanya menegaskan imbauan dari Perwali 48 bagian ke lima pasal 13. Disana jelas dituliskan, bahwa yang masih boleh beroperasi beberapa di antaranya adalah toko penjual sembako, fasilitas pelayanan kesehatan seperti apotek dan POM Bensin, itupun dibatasi jam bukanya,” jelas Adhim.

Lebih lanjut, mantan Camat Junrejo itu menjelaskan jika masih ada tempat usaha diluar pengecualian tadi masih buka, artinya memang belum tersentuh sosialisasi. “Mohon bersabarlah, jika ada yang belum kami datangi untuk kami imbau. Kalimatnya bukan tidak diperingatkan, tapi belum sempat kami sentuh, karena memang target kami hingga hari ke empat pelaksanaan PSBB,” pungkasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad