Harga Bahan Baku Dupa Naik dan Sulit Didapat, Ini penyebabnya

Harga Bahan Baku Dupa Naik dan Sulit Didapat, Ini penyebabnya

Sumiatin yang sedang mengolah bahan baku menjadi stik. (Foto: Gakuh Ayu KW-aremamedia.com)

WAGIR – Kenaikan harga-harga ternyata juga melanda bahan baku untuk dupa, yakni bambu. Tidak tanggung-tanggung, kenaikannya mencapai 40-50 persen. Jika sebeumnya selonjor bambu ukuran besar seharga Rp 20 ribu, kini naik menjadi Rp 30 ribu. Untuk bambu kecil, harga selonjor Rp 25 ribu dari harga sebelumnya Rp 15 ribu.

Salah satu perajin dupa, Rusdi, kenaikan ini dirasakan sebulan terakhir. Pria 60 tahun yang memang berprofesi sebagai perajin dupa ini menjelaskan kenaikan ini memang berkaitan erat dengan sebuah acara atau perayaan. “Biasa, menjelang Imlek atau hari besar umat Hindu, harga bambu mesti naik karena permintaan dupa banyak,” ujarnya.

Selain persoalan kenaikan harga bahan baku, bambunya sendiri ternyata juga susah didapatkan. “Kalau saya sudah ada yang kirim sehingga untuk bahan utama dupa aman,” jelasnya.

Berbeda dengan perajin lainnya, Sumiatin (55) yang selain merasakan kenaikan, ternyata juga kesulitan bahan baku. “Saat ini bambu susah (didapat). Jika ada, harus berebut dengan perajin lainnya,” keluhnya.

Sama seperti yang diungkapkan Rusdi, setiap menjelang Imlek, permintaan pelengkap sembahyang juga mengalami peningkatan. Jika biasanya sebelum Imlek, dalam seminggu permintaan mencapai dua kuintal, saat seperti sekarang ini mencapai empat kuintal. “Tapi jumlah produksi tergantung dengan cuaca. Jika cuacanya panas kami bisa memenuhi. Sebaliknya, saat mendung dan hujan ya nggak bisa memenuhi,” akunya.

Proses menjadi dupa, batang bambu disetorkan kepada perajin di Desa Bedalisodo atau Petungsewu, Wagir, kemudian diberi bubuk kayu. Selanjutnya, bambu yang sudah menjadi stik kecil-kecil tersebut dikirim ke Bali untuk diberi kayu cendana sebagai pewangi dan diedarkan.

Harga stik bambu per kilogram ini dibandrol hanya Rp 3 ribu. Harga jual itu tidak mengalami kenaikan meskipun dalam masa Imlek. “Harganya tetap, tidak ada kenaikan, Rp 3 ribu,” tandasnya.(*)

Pewarta : Galuh Ayu KW
Editor : Noordin Djihad