Hanya 17.237 Pemohon A5 di Kota Malang, Banyak Mahasiswa Pilih Golput

Hanya 17.237 Pemohon A5 di Kota Malang, Banyak Mahasiswa Pilih Golput

Beberapa mahasiswa luar Kota Malang terlihat asyik ngopi di salah satu coffee shop. (foto: Doi Nuri-aremamedia.com)

MALANG – Hingga menjelang H-1 Pemilihan Umum 2019, Selasa (16/4/2019), banyak mahasiswa luar Kota Malang tidak mengurus form A5 atau surat pindah coblos.

Komisioner Bidang Hukum KPU Kota Malang, Deny Rachmat Bahtiar, memastikan hal itu karena umumnya malas mengurus dengan alasan waktu.

“Laporan hingga 10 April kemarin, yang mengurus A5 sejumlah 17.237 suara termasuk mahasiswa. Mungkin sampai malam ini ada tambahan namun tidak signifikan,” tandasnya saat dikonfirmasi aremamedia.comSelasa, (16/4/2019) malam.

Sementara aremamedia.com melihat di salah satu coffee shop daerah Merjosari beberapa mahasiswa luar daerah Kota Malang sedang ngopi. Saat berbincang, aremamedia.com menemukan fakta banyaknya mahasiswa luar kota yang memilih menetap di Kota Malang dan tidak mengurus form A5 sehingga otomatis golput.

Contohnya M. Haidar Bima Atmaja, mahasiswa Unisma Fakultas Pertanian semester XII. Pria asal Desa Muara Adang II Kecamatan Longkali Kabupaten Paser, Kalimantan Timur ini memilih tidak pulang karena alasan biaya mahal.

“Ongkos pulang mahal sekali. Saya juga tidak paham jika bisa mengurus A5 sebagai syarat pindah coblos,” ujar Bima yang mengaku baru tahu jika A5 bisa diurus di KPU Kota Malang setelah mendapat informasi dari aremamedia.com

Memang mengherankan, mengingat sosialisasi pindah coblos ini sudah dipublikasikan oleh KPU sejak Februari 2019 lalu. Ditengarai malas mengurus ke kantor KPU, membuat banyak mahasiswa yang merelakan hak suara mereka.

Berbeda dengan Bima, alasan lain disampaikan Asroin, pemilik coffee shop. Alumnus Unisma jurusan manajemen itu mengaku terpaksa tidak pulang untuk menggunakan hak suara. Dia berlasan semua karyawannya izin pulang untuk mencoblos.

“Saya mengerti kalau bisa urus A5 di sini. Cuma ribet harus antre. Sementara saya juga sibuk dengan usaha yang baru saya rintis ini,” terang warga Desa Karang Tawar, Laren, Lamongan.(*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad