Deputi Bank Indonesia Ingatkan Tiga Hal Penting

Deputi Bank Indonesia Ingatkan Tiga Hal Penting

Deputi BI, Soegeng (kiri) saat temu wartawan bersama Kepala Perwakilan BI Malang, Azkar Subhan (kanan), Senin (14/2/2019), di Malang. (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

MALANG – Pertumbuhan ekonomi yang cukup baik pada 2018 diperkirakan meningkat di tahun 2019. Hal ini ditopang oleh kuatnya permintaan domestik, baik konsumsi maupun investasi.

“Inflasi yang rendah pada 2018 lalu akan tetap terkendali sesuai sasaran 3,5 + 1 persen di tahun 2019,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Soegeng, Senin (14/1/2019) di Malang, Senin.

Kedatangan Soegeng ini untuk memimpin serah terima jabatan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang. Azkar Subhan A menggantikan Dudi Herawadi. Azkar sebelumnya bertugas di Bali, sementara Dudi pensiun pada 1 September 2018 lalu.

Soegeng mengakui, 2018 merupakan tahun yang penuh tantangan. Hal ini disebabkan perekonomian global tumbuh tidak merata dan penuh

ketidakpastian. “Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut pada tahun 2019,” katanya beranalisis.

Di satu sisi, lanjut Sugeng, secara eksternal, perang dagang dua raksasa, Amerika Serikat dan China masih mengancam perekonomian dalam negeri.

Menurut Sugeng, terdapat tiga hal penting yang perlu dicermati. Pertama, pertumbuhan ekonomi dunia yang cukup tinggi pada tahun 2018 kemungkinan akan melandai pada tahun 2019. Kedua, kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat akan diikuti oleh normalisasi kebijakan moneter di Uni Eropa dan negara-negara maju lainnya.

“Ketiga, ketidakpastian di pasar keuangan global mendorong tingginya premi risiko investasi ke negara-negara emerging markets. “Ketiga hal tersebut mendorong kuatnya mata uang dolar AS, serta berdampak pada pembalikan modal asing dan pelemahan mata uang negara-negara emerging markets,” ingatnya.

Meski begitu Soegeng merasa bersyukur, sebab di tengah perkembangan ekonomi global yang tidak kondusif, kinerja dan prospek ekonomi Indonesia masih cukup baik. Stabilitas terjaga dan momentum pertumbuhan akan berlanjut.

Soegeng memprediksi rupiah diperkirakan bergerak stabil sesuai mekanisme pasar. Stabilitas Rupiah ditopang pula oleh penurunan defisit transaksi berjalan ke tingkat yang lebih aman.

“Stabilitas sistem keuangan terjaga dan kenaikan kredit akan berlanjut pada tahun 2019 dengan likuiditas yang cukup, disertai pembiayaan pasar modal yang juga akan meningkat,” kata Soegeng.(*)

Pewarta : Noordin Djihad
Editor : SM Nunggal