Giatkan Sustainable Fashion, GenBI Jember Gelar Tie Dye Class

Giatkan Sustainable Fashion, GenBI Jember Gelar Tie Dye Class

Kegiatan Tiedye yang diikuti pemuda Perum Kebon Agung, Jember. (Foto: Dandy Ardiansah)

JEMBER – Generasi Baru Indonesia (GenBI) Jember, menggelar “Tie Dye Class” di Perum Kebon Agung, Kabupaten Jember, Minggu (04/10/2020) lalu.

Team Leader, Nazar Rofiqi, menjelaskan, “Tie Dye Class” merupakan kegiatan upcycle kaos yang tidak dipakai menggunakan teknik tie dye.
“Para anggota GPS dan pemuda Perum Kebon Agung ditunjukkan langkah-langkah pembuatan baju tie dye. Mereka langsung dibimbing pemilik Batik Suket Teki, Eko Diah,” katanya.

Ditambahkan Nazar, pilihan kegiatan “Tie Dye” karena dimasa pandemi ini sedang booming. “Penerapannya cukup mudah. Selain itu, kita dapat mengurangi sampah tekstil dengan meng-upcycle pakaian lama menjadi lebih menarik lagi,” ungkapnya.

Tie dye adalah teknik mewarnai kain dengan cara mengikat bagian kain lalu mencelupkannya pada pewarna. Tie dye modern berkembang di Amerika Serikat dan Eropa pada tahun 1960-an.

“Tie dye sendiri sebenarnya terapan turunan dari batik. Manfaat kegiatan ini melatih kesabaran, menumbuhkan kerja sama, serta uniknya Tie dye yaitu teksturnya original dan memiliki kepribadian sendiri,” jelas Eko Diah Purwanti.

Motif-motif yang dihasilkan oleh teknik ikat celup sangatlah beragam, tergantung pola dan cara mengikat kainnya. Begitu juga dengan pewarnaannya, bisa disesuaikan dan dicampur sehingga menghasilkan perpaduan warna-warni yang indah.

Yang lebih keren lagi, biasanya motif-motif pada kain ataupun baju tie dye tidak akan sama antara satu dengan yang lainnya sehingga lebih terkesan eksklusif.

Kegiatan seperti inilah yang dilakukan GenBi Jember, komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia dalam program GenBI Peduli Sampah (GPS).

“Kegiatan ini bagus sekali, karena dapat melatih kreativitas serta dapat menjadi ladang usaha bagi para pemuda,” ujar Hesti salah satu pemuda Perum Kebun Agung.

Tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada peserta serta masyarakat sekitar mengenai pembaruan kembali baju lama tidak terpakai melalui tie dye class. Selain itu mengembangkan kreativitas di ranah handcrafting ramah lingkungan. Kegiatan ini sekaligus menjadi media kampanye sustainable fashion dalam lingkup lingkungan sekitar.(*)

Penulis: Dandy Ardiyansah
Status: Mahasiswa IAIN Jember, Semester VII