Forkab Malang Kembali Juara Umum Kejurnas Malang Open X

Forkab Malang Kembali Juara Umum Kejurnas Malang Open X

Dua karateka sedang berlaga di kelas senior. (Foto: istimewa-aremamedia.com)

MALANG – Forki Kabupaten (Forkab) Malang kembali membawa pulang Tropi Wali Kota Malang di Kejurnas Malang Open X. Even yang berlangsung dua hari, 23-24 November di GOR Ken Arok ini, diikuti 1512 atlet karate, salah satu kontingen dari Brunei Darussalam.

Forkab Malang yang terdiri dari beberapa dojo atau perguruan ini mendapat 18 medali emas, 16 perak, dan 19 perunggu. Atas raihan tersebut Forkab Malang selain mendapat Piala Wali Kota Malang, juga uang pembinaan Rp5 juta.

Di urutan kedua kontingen Inkai Sepande mendapat 10 medali emas, 5 perak, dan 4 perunggu. Kontingen ini berhak atas piala Rektor IKIP Budi Utomo dan uang pembinaan Rp3 juta.

Seaghost Marinir, menduduki peringkat ketiga dengan memperoleh 5 medali emas, 5 perak dan 9 perunggu. Atas prestasi ini, Seaghost berhak memboyong Piala Ketua Umum FORKI Kota Malang, dan uang pembinaan Rp2 juta.

Yang tidak terduga kontingen satu-satunya dari mancanegara, Brunei Darussalam, berada peringkat enam. Mereka mendapat 4 emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

Ketua Forki, Ahmad Lani (kiri) bersama ketiga juara umum. (Foto: istimewa-aremamedia.com)

Ketua Forki Kota Malang, Ahmad Lani, mengucap syukur karena selama pertandingan seluruh partai berjalan lancar, dan mendapat apresiasi dari para peserta maupun official tim.

“Nuansanya berbeda dibanding tahun sebelumnya. Semua peserta baik karateka yunior maupun pemula terlihat sangat antusias,” imbuhnya.

Secara keseluruhan, kata Lani, 332 medali diperebutkan untuk masing-masing satu medali emas (Juara 1), satu medali perak (Juara 2), dan dua medali perunggu (Juara 3 bersama). “Sementara jumlah kelas yang dipertandingkan 89 kelas,” katanya.

Ahmad Lani berharap, even tahun berikutnya bisa berjalan lebih baik lagi, baik dari sisi peserta maupun sisi pelaksanaan.

Karena itu, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat secara langsung pada kegiatan ini.

Juga permintaan maaf jika terdapat kekurangan. “Kami akan melakukan evaluasi untuk perbaikan pada even tahun depan,” tuturnya.

Rektor IKIP Budi Utomo Dr. H. Nurcholis Sunuyeko, menambahkan seluruh juara pada even Malang Open X berhak mendapatkan beasiswa untuk belajar di IKIP Budi Utomo Malang pada semua jurusan.

Kelas pemula juga tak kalah menarik saat berlaga di atas matras. (Foto: istimewa-aremamedia.com)

“Kami memberikan beasiswa kepada para juara untuk kuliah di IKIP Budi Utomo. Beasiswa itu berlaku, untuk dirinya sendiri atau saudara sedarah,” tutur Nurcholis.

Sementara itu, Ketua Dewan Wasit, Tri Bekti, memuji seluruh pelaksanaan Malang Open X tahun 2019. Menurut Wasit Karate Internasional itu, dari segi kepesertaan menyedot perhatian karateka dari berbagai provinsi di Indonesia, bahkan luar negeri.

“Malang Open X tahun ini, saya nilai cukup sukses. Seluruh pertandingan di semua nomor berjalan sesuai rencana. Ini menandakan kualitas sebuah kegiatan benar-benar diperhatikan oleh panitia,” pujinya.

Ukuran sukses lain yang paling kelihatan adalah, tidak ada insiden apapun selama kegiatan berlangsung. Termasuk dalam pertandingan juga tidak ada atlet yang cedera. “Kalau cedera kecil saya kira itu wajar. Yang penting tidak ada peserta yang sampai dirujuk ke rumah sakit,” imbuhnya.

Tri Bekti hanya memberi saran untuk mendatang, kegiatan seperti ini harusnya didukung oleh sponsor. Karena itu even berikutnya Forki Kota Malang harus mampu menggandeng sponsor.(*)

Pewarta : Noordin Djihad