Dosen IKIP Budi Utomo Dominasi Kepengurusan ABTI Kota Malang

Dosen IKIP Budi Utomo Dominasi Kepengurusan ABTI Kota Malang

Rektor IBU, Nurcholis Sunuyeko diapit Pengprov ABTI Jatim. (Foto: istimewa-aremamedia.com)

MALANG – Ketua Umum Pengprov Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Jatim, Prof I Made Sriundy Mahardika mengukuhkan Hari Pamungkas sebagai Ketua ABTI Kota Malang, Sabtu (23/2/2019).

Pengukuhan yang berlangsung di aula Kantor Pusat IKIP Budi Utomo Malang ini, dihadiri Rektor IBU, Dr H Nurcholis Sunuyeko MSi serta perwakilan KONI Kota Malang.

Hari Pamungkas sendiri merupakan dosen Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) IKIP Budi Utomo. Begitu juga pengurus ABTI Kota Malang didominasi dosen IBU. Karena itu sekretariat ABTI berada di Kampus IBU.

Selain pengukuhan, ABTI juga menggelar pelatihan wasit dan petugas lapangan bola tangan yang diikuti sekitar 100 orang.

I Made Sriundy Mahardika secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Rektor IBU yang memberi fasilitas untuk pembinaan bola tangan di Kota Malang.

“ABTI Kota Malang ini dalam menguji kompetensi pelatih akan menangani hingga daerah Blitar, Tulungagung dan sekitarnya,” katanya seraya menyebut kalau menunggu dari lemerintah terlalu lama

Olahraga bola tangan ini, lanjutnya, olahraga baru tetapi sebenarnya lama. “Lama tidur dan dibangunkan saat SEA Games tahun lalu,” kata Made yang menyebut atlet bola tangan di Sea Games mayoritas dari Jawa Timur.

Bahkan dua di antara atlet tersebut memperdalam kepelatihan di Korea dan menjadi pelatih di Kota Malang.

Made juga mengingatkan kepada pengurus ABTI Kota Malang untuk tidak menjadi alat politik. “Mari kita kembali ke nilai-nilai olahraga sesungguhnya yang menjunjung tinggi nilai sportivitas,” tegasnya.

Sementara itu Rektor IBU, Nurcholis, menyebut pihaknya terbiasa menjadi pembuka, perintis dan inisiator untuk cabang olahraga yang bisa mengangkat olahraga di Kota Malang.

”Kami tidak sekadar memberi support, tapi sekaligus memfasilitasi. Kami lakukan itu karena IBU ingin memberikan wawasan ke masyarakat, dunia olahraga mempunyai harta dan ideologi terbesar,” ungkapnya.

Ideologi itu, lanjut Nurcholis, justru tidak terbatas ruang dan waktu. “Roh dan jiwa sportivitas itulah yang menjadikan kejujuran, kebaikan, persatuan dan kesatuan,” tegasnya.

Dengan munculnya kembali ABTI ini, Nurcholis memohon seluruh insan olahraga, terutama KONI yang menjadi bapaknya olahraga, selalu ikut memberikan support.(*)

Pewarta : SM Nunggal
Editor : Noordin Djihad