‘Doktor Mengabdi’ Ubah Desa Bendosari Rawan Pangan Jadi Mandiri Lewat Bumdes

‘Doktor Mengabdi’ Ubah Desa Bendosari Rawan Pangan Jadi Mandiri Lewat Bumdes

Para doktor yang rela mengabdi untuk transfer ilmu dan teknologi demi menciptakan desa yang mandiri. (Foto: Istimewa-aremamedia.com)

DESA Bendosari, Kecamatan Sanan Kulon, Kabupaten Blitar merupakan salah satu desa yang sebelumnya terindikasi termasuk desa rawan pangan.
Sebenarnya pekerjaan utama penduduk Desa Bendosari ini di sektor pertanian. Karena tanahnya tidak terlalu subur sehingga pekerjaan penduduk tertinggi adalah sebagai tenaga lepas diikuti dengan pertanian.

Untuk mengubah status desa tersebut, pada tahun 2016 didirikan BUMDes Makmur Abadi, sebagai income generating unit untuk peningkatan pendapatan desa. Usaha BUMDes tersebut meliputi susu dan olahan susu dalam bentuk susu pasteurisasi dan yoghurt. Kemudian juga usaha olahan buah meliputi sari buah dan jenang buah, serta usaha wisata edukasi terkait dengan unggulan olahan susu.

Usaha susu dan olahannya dikelola oleh KUD Jaya Abadi, sedangkan olahan buah dikelola langsung oleh BUMDes. Produk unggulan olahan buah BUMDes Makmur Abadi adalah jenang buah yang integratif dengan sari buah.

Bahan baku jenang buah diambil dari ampas buah sisa ekstraksi untuk sari buah. Bahan ini dicampur dengan buah segar sehingga cita rasa buah masih terasa dengan baik.

Saat ini kapasitas produksi jenang buah yang juga termasuk lempok buah adalah 2.500 kemasan/bulan dengan pendapatan untuk desa sekitar Rp. 3,75 juta/bulan.

Pemasalahan yang dihadapi BUMDes Makmur Abadi dalam produksi jenang buah adalah (1) ketersediaan bahan baku yang bersifat musiman; (2) kapasitas produksi yang rendah akibat proses masih manual dengan bottle neck adalah pada proses pemasakan dan pengadukan; (3) performansi produk yang harus ditingkatkan terutama kemasan dan pelabelan; dan (4) manajemen pemasaran dan keuangan yang masih sederhana.
Tujuan kegiatan Doktor Mengabdi ini adalah kontribusi terhadap Pemberdayaan Masyarakat dan Peningkatan Ekonomi sebagai salah satu bidang fokus Universitas Brawijaya. Dengan kata lain berkontribusi dalam meningkatkan kemandirian desa melalui peningkatan pendapatan desa dengan peningkatan kapasitas produksi jenang buah di BUMDes Makmur Abadi.

Ada empat hal untuk mengatasi masalah yang dihadapi Mitra BUMDes Makmur Abadi melalui kegiatan Doktor Mengabdi ini. Pertama, peningkatan ketersediaan stok bahan baku buah melalui introduksi teknik pembuatan pasta buah dan penyimpanannya dengan fasilitasi chest freezer. Kedua, peningkatan kapasitas produksi melalui fasilitasi pengaduk jenang otomatis. Yang ketiga, peningkatan performansi produk melalui perbaikan warna produk dengan introduksi teknik blansing dan perbaikan kemasan dan label. Terakhir, perbaikan manajemen pemasaran melalui pembuatan website pemasaran.(*)

Editor : Noordin Djihad
Sumber : Advertorial