Disebut Khofifah Stunting Kota Batu 51 Persen, Begini Reaksi Dewanti

Disebut Khofifah Stunting Kota Batu 51 Persen, Begini Reaksi Dewanti

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memukul gong tanda dimulainya rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat. (Foto: istimewa-aremamedia.com)

BATU – Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengaku kaget, ketika Gubernur Jawa Timur menyebutkan bahwa Kota Batu menjadi daerah tertinggi untuk kasus stunting hingga 51 persen. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Khofifah Indar Parawansa, dalam pembukaan rapat Koordinasi Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat di Klub Bunga, Kota Batu, Selasa (3/9/2019).

Mendengar perihal tersebut, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko terhenyak. Istri Edi Rumpoko ini merasa sudah berupaya keras mengupayakan penurunan angka stunting di Kota Batu. Bhakan dalam APBD ia mengalokasikan dana khusus.

“Dana APBD khusus untuk menambah gizi dan nutrisi balita hingga usia sekolah, ada anggarannya 20 persen. Belum lagi kami juga gencar menyosialisasikan tentang psikologi perempuan, khususnya ibu,” tegas Dewanti yang akrab dipanggil Bude ini.

Ilustrasi data stunting Kota Batu tahun 2018 dari Dinas Kesehatan.

Wali Kota Batu itu juga menjelaskan, bahwa update terakhir data stunting di Kota Batu yang ia ketahui pada tahun lalu ada di angka 28 persen. Ia yakini andai ada peningkatan pada tahun 2019 ini, angkanya tidak drastis, apalagi melebihi 50 persen.

“Stunting saat ini memang sedang disorot dunia sehingga wajar jika Gubernur begitu khawatir tentang ini. Bahkan di seluruh Indonesia ini angka stuntingnya masih tinggi. Karena itu, berapapun datanya, kami tetap berupaya menyiapkan calon Ibu bahkan sebelum menikah,” pungkasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad