Diprovokasi Sejak Awal, Aremania Dilempari Setelah Gol Comvalius

Diprovokasi Sejak Awal, Aremania Dilempari Setelah Gol Comvalius

Korban dari Aremania mendapat perawatan setelah terkena tembakan gas air mata oleh aparat keamanan. (Foto: arema fc-aremamedia.com)

SLEMAN – Pertandingan pembuka Liga 1 2019 yang disaksikan jutaan mata melalui televisi nasional ternodai oleh kerusuhan. Pertandingan dihentikan pada menit ke-32 akibat gesekan yang terjadi di tribun Aremania. Pertandingan yang dilaksanakan di Stadion Maguwo Harjo Sleman pada Rabu (15/5/2019) malam, berlangsung seru dengan sajian saling jual beli serangan.

Sempat unggul pada menit ke satu lewat tendangan voley keras dari pemain nomor punggung 22 Brian Federico Ferreira, pertandingan berjalan sengit. Arema Fc tidak rela dipecundangi tim promosi mencoba memainkan positif football dengan terus menggempur pertahanan Elang Jawa.

Menit ke-30 Sylvano Comvalius menyamakan kedudukan dengan sundulan kepala memanfaatkan umpan Konate Makan, berubah menjadi gol. Namun disayangkan, pada menit ke-32 pertandingan harus dihentikan karena kerusuhan di tribun Aremania.

Saksi mata, salah satu wartawan mengatakan, kerusuhan bermula dari lemparan ke arah Aremania setiap suporter Singo Edan itu bernyanyi. Puncaknya saat Aremania membalas lemparan dari suporter tuan rumah, dan harus mendapat tindakan dari aparat keamanan.

“Sejak awal masuk stadion, setiap Aremania bernyanyi selalu ada tekanan dan lemparan,” terangnya via WhatsApp

Kapten tim Arema FC Hamka Hamzah, sempat menenangkan Aremania lewat pengeras suara. Hanya saja disayangkan, LOC PSS Sleman saat menyampaikan himbauan bernada provokasi. “Aremania berhenti. Kalian di tanah orang. Ini stadion Maguwo Harjo. Ingat kalian tamu,” tandasnya yang terdengar jelas di stasiun televisi.

Sementara itu, beberapa korban dari Aremania yang terkena gas air mata mulai dievakuasi tim kesehatan. Pertandingan kembali dilanjutkan setelah tribun bawah yang ditempati Aremania dikosongkan usai terjadi komunikasi antara kedua tim bersama pelaksana pertandingan. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad