Asal-usul Nama di Malang Raya (4)

Dinoyo, Pusat Pemerintahan di Zaman Hindu hingga Mataram

Dinoyo, Pusat Pemerintahan di Zaman Hindu hingga Mataram

Gambar 01: Lukisan Desa Dinoyo Tahun 1890 karya Willem Pieter Van Der Does  (Sumber Foto: Manchoe Za, 2018 via Group WA Malang Heritage Community)

Mulai edisi lalu, aremamedia.com menurunkan tulisan tentang asal-usul nama di wilayah Malang Raya. Penelusuran jurnalis aremamedia.comDevan Firmansyah yang juga pegiat di komunitas sejarah Jelajah Jejak Malang (JJM) tidak sekadar di lapangan karena dikhawatirkan hanya menemukan othak-athik gathuk sesuai nama di lokasi. Karena itu penelusuran pun didukung dengan kepustakaan berbagai sumber untuk mendukung validitas asal-usul nama tempat/daerah/kampung di Malang Raya

  1. Kondisi Administratif dan Geografis Lingkungan-Ekonomis Kelurahan Dinoyo

Kelurahan Dinoyo merupakan salah satu kelurahan yang terletak di wilayah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang terdiri dari tujuh RW (Rukun Warga) dan 51 RT (Rukun Tetangga). Secara administratif, sebelah Utara berbatasan langsung dengan Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, sedangkan di sebelah Timur, berbatasan langsung dengan Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru. Di sebelah Selatan, Kelurahan Dinoyo berbatasan dengan Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, kemudian sebelah barat, berbatasan dengan Kelurahan Tlogomas dan Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru (Sumber data: Diakses dan dikutip dari laman onlinewww.uniknyakelurahandinoyo.blogspot.com, 18/08/2018:09:41 WIB).

Gambar 02: Kawasan Dinoyo Menjadi Salah Satu Kawasan Terpadat di Kota Malang  
(Sumber Foto:www.suryamalang.tribunnews.com)

Wilayah kelurahan ini secara geografis cukup strategis posisinya. Kontur alam Kelurahan Dinoyo berada langsung di sebelah DAS Brantas, sehingga dapat dipahami di masa lampau sudah terdapat sosio-kultural di tempat tersebut. Hal tersebut juga dikuatkan dengan banyaknya tinggalan kesejarahan di wilayah ini. Selain itu terdapat fakta jika Kerajaan Kanjuruhan sebagai kerajaan tertua di Jawa Timur, pada masa lampau berpusat di daerah ini.

Seiring berjalannya waktu wilayah ini menjadi kawasan strategis-ekonomis karena berada di koridor penghubung Kota Malang dengan Kabupaten Malang dan Kota Batu. Tak jauh dari daerah Dinoyo terdapat terminal Landungsari. Yang menarik, seiring perkembangan zaman daerah ini berubah dari daerah agraris ke daerah perdagangan dan pusat pendidikan. Realita di lapangan menunjukkan, terdapat beberapa perguruan tinggi, mulai Unisma , UB, UIN, Uniga, dan beberapa perguruan tinggi lain.. Dampaknya, wilayah Dinoyo banyak terdapat kost-kostan, toko, tempat makan dan pusat perbelanjaan yang membuaut kawasan ini sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat Kota Malang.

 

Saat aremamedia.com bertemu salah satu sesepuh Dinoyo, Sumanan , 66 tahun, menceritakan, sekitar tahun 1960-an sampai awal 1980-an awal, Dinoyo adalah wilayah agraris. “Mayoritas penduduk di sini petani padi, sementara lahan lain digunakan sebagai perkebunan tebu. Itu sebabnya dahulu di Desa Dinoyo terdapat jalur lori yang mengangkut tebu-tebu penduduk ke pabrik gula Kebon Agung dan Krebet. Nah, seiring perkembangan zaman, terutama ketika perubahan status desa menjadi kelurahan, terjadi pembangunan besar-besaran di wilayah Dinoyo. Banyak sawah-sawah dan perkebunan penduduk berubah menjadi pertokoan dan pusat perbelanjaan. Daerah ini semakin ramai dan terjadilah perubahan wilayah yang dahulunya pedesaan asri menjadi kawasan padat penduduk seperti sekarang ini,” cerita mantan Ketua RW 02 di Dinoyo ini, Jumat (17/8/2018).

Gambar 03: Sumanan bercerita kondisi masa lalu Dinoyo kepada.   
(Sumber Foto: Rudy Peter Stanley, 2018)
  1. Asal-Usul Nama Dinoyo Sebagai Toponimi

 

Gambar 04: Peta Wilayah Administratif Kelurahan Dinoyo  
(Sumber Foto: www.mlg-87.blogspot.com via googlemap)

Lantas, apa sebenarnya pengertian sebenarnya nama “Dinoyo” tersebut dan kenapa kelurahan ini dinamakan demikian? Budayawan Lesbumi NU, Agus Sunyoto menyebutkan Situs Kanjuruhan yang meliputi wilayah Karang Dinoyo(Dyanayana), Karang Besuki (Vasuki), Mertojoyo (Amerthajaya), dan Merjosari (Amrtha-Jaya-Sri) menunjuk pada nama-nama bersifatVaisynava (Waisnawa, salah satu sekte Hindu pemuja Wisnu sebagai Dewa terteinggi, red). (Petunjuk Wisata Sejarah Kabupaten Malang”, tahun 2000, halaman 12).

 

Sayangnya Agus tak menjelaskan arti kata dariDyanayana. Seakan hanya memberitahukan bahwa kata ‘Dinoyo’ itu adalah kata serapan dari Bahasa Sanskerta yang di Jawa-kan, serta berkaitan dengan salah satu sekte keagaaman Hindu.

Sementara itu Sejarawan Malang, Suwardono, mengatakan, pusat Kerajaan Kanjuruhan terletak di kawasan “Dinoyo-Merjosari-Tlogomas”. Dan ketika Kerajaan Kanjuruhan menjadi daerah bawahan Kerajaan Medang atau Mataram Hindu yang bernama “Watak Kanuruhan”. (Sejarah Indonesia Masa Hindu-Buddha”, tahun 2013, pada halaman 72). Kemudian dalam diktat kecilnya yang berjudul “Candi Badut”, tahun 2008, pada halaman 15, Suwardono menyebut bahwa yang dimaksud dengan daerah Kanuruhan menurut pengamatan dan penelitian atas dasar potensi alam dan tinggalan artefak sebagai pusat konsentrasi masyarakat di masa lampau meliputi daerah sekitar “Dinoyo-Merjosari-Ketawanggede-Tlogomas dan Landungsari”.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa wilayah Dinoyo adalah salah satu pusat dari Kerajaan Kanjuruhan, juga saat Kerajaan Kanjuruhan yang merdeka itu, berubah status menjadi Watak Kanuruhan, yaitu daerah bawahan dari Kerajaan Medang atau Mataram Hindu. Bahkan pernah ditemukan prasasti yang disebut sebagai prasasti Dinoyo I dan juga prasasti Dinoyo II (prasasti Dang Hyang Guru Candik) di wilayah Ini.

 

Gambar 05: Prasasti Dinoyo II (Dang Hyang Guru Candik) di Museum Mpu Purwa Malang  
(Sumber Foto:www.pinterest.com)

Adapun pengertian dari nama “Dinoyo”, sendiri dijelaskan dengan seksama oleh Suwardono, Dinoyo sebagai nama Tempat (Toponimi) di bukunya“Upacara Adat Bersih Desa di kelurahan Dinoyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang (Dalam Perspektif Sejarah dan Nilai Tradisi)”, tahun 2004, di halaman 32-35, pada sub-bab: D.

Penjelasan secara langsung sebagai berikut: