Dikalahkan Arema Fc, Darije Kalezic: Mereka Menang Beruntung, meski Kami Bermain Lebih Baik

Dikalahkan Arema Fc, Darije Kalezic: Mereka Menang Beruntung, meski Kami Bermain Lebih Baik

Pelatih PSM Makasar Darije Kalezic bercengkrama dengan Pelatih Arema Fc Milomir Seslija, seusai laga. (Foto: Doi Nuri - aremamedia.com)

BATU – Duel sengit antara tuan rumah Arema Fc menjamu PSM Makassar tersaji pada Rabu, (2/10/2019) malam, di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang dalam lanjutan Shopee Liga-1 pekan ke-22. Kalah dengan dua gol, tidak mengantarkan Arema Fc menang dengan mudah. Bahkan pelatih PSM Makassar menyebut, kemenangan Singo Edan lebih karena faktor keberuntungan.

Pelatih yang berkewarganegaraan sama dengan Milomir Seslija ini, bahkan menyebutkan dalam lima menit pertama seharusnya sudah ada gol yang tercipta, hanya saja bola belum mampu menyentuh jala gawang. Menurutnya, permainan Arema sama sekali tidak berkembang pada babak pertama, keunggulan Arema tercipta setelah kartu merah Hasyim Kipuw.

“Semua orang melihat tekanan kami, dominasi atas pertandingan malam ini. Arema kembali ke ruang ganti pemain dengan skor 0-0 itu keberuntungan mereka, sampai kami harus bermain sepuluh orang, dari situ pengaruh besar kekalahan kami,” tegas Darije kepada awak media.

Lebih lanjut, pelatih berkebangsaan Bosnia Herzegovina itu memberikan sorotan kepada kinerja Wasit Thoriq Al Katiri. Kartu kuning kedua, setelah pelanggaran keras Hasyim Kipuw kepada Rivaldi Bawuoh dinilai janggal. Lantas dirinya membandingkan tackle keras Boaz aSolosa kepada Aaron Evan pada pertandingan sebelumnya di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.

“Serius, jangan tanya saya soal wasit. Bandingkan saja pelanggaran Kipuw kepada Rivaldi, dengan pelanggaran Boaz kepada Aaron Evan. Saya ucapkan selamat kepada Arema, saya tunggu tanggal 16 Oktober di Makassar,” imbuhnya emosional.

Sementara itu, melihat hasil pertandingan yang berhasil dimenangkan Arema, Milo mengakui jika pertandingan melawan PSM Makasar adalah pertandingan terberat selama dirinya melatih Arema Fc musim ini. Pujian pun dilontarkan pelatih berusia 55 tahun ini.

“Saya tidak menduga, mereka memainkan formasi yang tidak pernah mereka mainkan, yaitu 3-4-3. Dengan menumpuk pemain ditengah, Konate tidak leluasa bergerak, tapi beruntung sejak awal saya taruh Ridwan untuk emredam pergerakan Pellu, dan terbukti efektif,” ujar Milomir Seslija.

Terkait pertemuan selanjutnya di Makassar, Milo mengakui akan lebih sulit mengalahkan Juku Eja di kandang sendiri. Kendati demikian, kedatangan Singo Edan di Makassar bukan untuk menjadi bulan-bulanan PSM. Meski akan turun tanpa skuat lengkap, dirinya optimis mampu meraih hasil maksimal di Stadion Matoangin Makassar. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad