Danlanud Abd Saleh Apresiasi Penggagalan Penyelundupan 50 Ribu Pil Narkoba

Danlanud Abd Saleh Apresiasi Penggagalan Penyelundupan 50 Ribu Pil Narkoba

Kadisops Lanud Abd Saleh Kolonel Pnb Reza Sastra Negara bersama jajaran membeber temuan barang haram 50 ribu pil jenis double L di depan awak media, Kamis ((7/12/2018). (Foto: istimewa)

MALANG – Profesionalitas tim Lanud Abd Saleh khususnya Pomau dan Intelau benar-benar teruji. Berkat kejelian mereka, upaya penyelundupan narkoba berhasil digagalkan, Kamis (6/12/2018).

Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Andi Wijaya, Sos. tak pelak memberi pujian kepada mereka. Tidak tanggung-tanggung 50.000 pil jenis double L berhasil diamankan.

Melalui Kadisops Lanud Abd Saleh Kolonel Pnb Reza Sastra Negara, disebutkan narkoba jenis pil double L tersebut sempat lolos dari Bandara Halim Perdanakusuma.

Di depan awak media, Reza membeberkan barang haram tersebut. “Pil-pil ini dikemas dalam dos berisi 50 bungkus plastik, masing-masing plastik berisi 1000 butir pil,” kata Reza.

Atas temuan ini, pihak Lanud Abd Saleh berkoordinasi dengan Bandara Halim Perdanakusuma. “Terlalu dini menyebutkan bahwa ini keteledoran petugas di sana,” sambung Reza di rilis yang diterima aremamedia.com

Inilah pil-pil haram yang akan digunakan merusak generasi muda berhasil digagalkan aparat Lanud Abd Saleh. (Foto: istimewa)

Menurut Reza pil-pil haram tersebut dikirim menggunakan cargo pesawat Citylink dan masuk kategori barang diambil. “Karena itu tidak ada alamat pengirim dan penerimanya. Hanya tertulis alamat paketan yang akan mengambilnya,” terangnya.

Karena itu pihak Lanud Abd Saleh langsung berkoordinasi dengan Polisi Militer AU yang kemudian dilanjutkan dengan Polisi Malang Kota serta BNN Kota Malang. “Kami setelah ini juga akan membuat berita acara penyerahan barang bukti ini,” katanya.

Reza lantas menceritakan, awal terkuaknya masalah ini, ketika petugas cargo bandara Abd Saleh yang sebagian anggota TNI AU menemukan ceceran pil di dalam bagasi pesawat. Setelah ditelusuri ternyata berasal dari dos dan ketika diperiksa ternyata berisi pil double L.

“Namun setiap kemasan plastik itu menuliskan Vitamin B1 50 mg. Ini memang modus yang digunakan para pengedar untuk menyamarkan. Tetapi setelah kami teliti dan periksa dengan seksama, ternyata 50.000 pil itu bukan Vitamin B1,” tandas Reza.

Malam ini 50 ribu pil haram tersebut segera diserahkan ke kepolisian untuk ditindaklanjuti. “Alamat kantor pengiriman paketnya juga jelas, meski alamat pengirim dan penerima tidak tertera,” tutupnya.(*)

Pewarta : Noordin Djihad
Editor : SM Nunggal