Dana Rp 5 M untuk Olah Sampah di TPA Tlekung

Dana Rp 5 M untuk Olah Sampah di TPA Tlekung

Mesin pengurai sampah plastik, mendatang mesin pengurai sampah skala besar disiapkan DLH sebagai solusi pengolahan sampah TPA. (Ilustrasi: istimewa-aremamedia.com)

BATU – Bau menyengat sampah sampai radius 2 Km serta penemuan sampah bahan berbahaya dan beracun (B-3 ) dari tempat pembuangan akhir (TPA) Tlekung berbuah manis. Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Batu menyiapkan anggaran senilai Rp 5 miliar rupiah untuk mesin pengurai sampah dengan target pengolahan 50 persen sampah di TPA.

Kepala DLH Kota Batu, Arief As Sidiq, menjelaskan, pihaknya berkomitmen mengurangi bau tidak sedap yang dihasilkan dari sampah di TPA Tlekung seluas 4,5 ha itu dengan cara memberikan alat pengurai sampah di sana (TPA Tlekung).

“Kami sudah datang langsung ke lokasi di TPA Tlekung. Sudah juga kami kantongi berbagai keluhan masyarakat. Dari hasil kunjungan itulah, kemudian kami berunding merumuskan langkah ini,” jelas Arief.

Meski luas TPA Tlekung diwacanakan ditambah dua hektare lagi, yakni di sisi barat lahan Perhutani dengan sistem pinjam pakai, dengan adanya mesin pengurai sampah itu, ia yakini mampu menjadi solusi dari dampak polusi. Mesin yang akan didatangkan nantinya mampu mengolah 30 ton sampah per harinya.

“Volume sampah sudah hampir tidak tertampung. Meski dipastikan segera ada perluasan, langkah preventif semacam penguraian sampah penting dilakukan,” imbuh dia.

Disinggung terkait fungsi dari hasil daur ulang sampah tersebut, Arief menegaskan jika pengolahan sampah tersebut bisa menembus target maksimal penggunaan biogas di masyarakat. Mendatang, efektivitas dari solusi DLH diharapkan tidak hanya mengurangi bau sampah, namun lebih menargetkan masyarakat bisa merasakan manfaat hasil daur ulang sampah.

“Saat ini masih 380 KK yang bisa terjangkau. Artinya kami menargetkan setidaknya 600 KK sampai 2021 mendatang, bisa terakomodasi,” tandasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad