Coban Talun, Bukan Sekadar Wisata Air Terjun

Coban Talun, Bukan Sekadar Wisata Air Terjun

Pagupon camp menggelitik pengunjung untuk berfoto di depannya. ( Foto : Iwan Setiawan aremamedia.com)

BATU – Bagi yang pernah ke Coban Talun tahun 2015-an ke bawah dan sekarang ke sana lagi dijamin pangling. Dulu Coban Talung memang identik dengan wisata air terjun. Sejak 2016 area sekitar dibangun beberapa wahana. Hingga sekarang masih terus berbenah.

Untuk sampai Coban Talun, pengunjung harus berjalan sekitar 1 Km dari loket. Sengaja tidak disediakan sarana transportasi agar pengunjung dapat menikmati pemandangan indah sepanjang perjalanan.

Pada hari libur Coban Talun yang dekat dengan Selecta ini dikunjungi hingga 10 ribu wisatawan. “Mereka rata-rata berasal dari luar Kota Batu,” kata Koordinator Wisata, Samsul Huda.

Cukup merogoh kocek Rp10 ribu, wisatawan bisa masuk ke lokasi yang buka pukul 07.00 – 17.00.

Beberapa wahana yang kami tawarkan, lanjut Samsul,  pagupon camp, aphace camp dan taman bunga. Tiket masuknya Rp10 ribu. Untuk alas pinus, gua jepang, oyot, ayunan dan rumah terbalik hanya Rp5 ribu,” jelasnya.

Samsul menyarankan pengunjung membawa jaket karena udaranya sangat dingin. “Di sini juga ada warung dengan harga terjangkau serta musala,” ujar Samsul yang menyebut Coban Talun sering dipakai diklat serta camping.

Salah satu pengunjung yang ditemui aremamedia.com mengungkapkan kekagumannya. “Saya terpukau dengan keindahan alamnya. Pagupon camp ini cocok banget untuk berfoto ria,” kata Arie Ginting, asal Samarinda yang datang bersama teman-temannya.(*)

Pewarta : Iwan Setiawan (Mg-1)
Editor : Noordin Djihad