Cincau Hitam, Manfaatnya Tidak Bisa Dipandang Sebelah Mata

Cincau Hitam, Manfaatnya Tidak Bisa Dipandang Sebelah Mata

MALANG – Cincau hitam yang selama ini dipandang sebelah mata ternyata memiliki manfaat yang luar biasa. Prof. Dr. Tri Dewanti Widyaningsih, M.Kes, Guru Besar Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya, aktif melakukan penelitian cincau hitam (Mesona palustris,BL). “Sejauh ini cincau hitam hanya dimanfaatkan sebagai isian dalam es campur dan aneka dessert lainnya. “Padahal cincau hitam memiliki manfaat dapat mengobati tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan hati. Selain itu, cincau hitam juga mengandung senyawa fenol yang bersifat sebagai antioksidan dan dapat menangkal radikal bebas,“ kata Tri Dewanti.

Melirik potensi cincau hitam yang sangat besar dan sampai saat ini belum ditemukan diversifikasi produknya maka Tri Dewanti berupaya mengembangkannya. Beberapa produk telah dijual dan diproduksi skala besar, antara lain adalah suplemen cincau hitam (dalam bentuk kapsul), minuman jelly drink cincau hitam dan teh celup cincau hitam. Dalam berbagai produk tersebut cincau hitam bersinergi dengan bahan pendukung lainnya untuk meningkatkan efek fungsionalnya serta meningkatkan cita rasanya. “Seperti produk teh celup cincau yang diberi nama MESONA ini, mengkombinasikan daun cincau, kayu manis dan rosella sehingga dihasilkan cita rasa yang optimal. Dengan mengkombinasikan ketiga bahan baku tersebuut didapatkan manfaat selain sebagai antihipertensi dan antioksidan ternyata juga memiliki efek antikolesterol,” terangnya.

Inovasi cincau hitam terus dilakukan Tri Dewanti agar produk turunannya dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat. Melalui jelly drink cincau hitam yang dikombinasikan dengan daun pandan menjadi alternatif solusi minuman herbal yang dapat diterima oleh masyarakat terutama anak muda. Diproses melalu teknologi modern dan dikemas secara higenis membuat jelly drink cincau hitam mampu bersaing dengan produk sejenis lainnya. “Namun keunggulan jelly drink cincau hitam dibandingkan dengan produk minuman dalam kemasan lainnya adalah efek fungsional sebagai sumber antioksidan alami serta sumber serat pangan yang dapat membantu proses pencernaan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk tujuan pengobatan, Tri Dewanti membuat alternatif suplemen cincau hitam yang dikombinasikan dengan jahe merah. Melalui uji secara klinis yang telah dilakukan, suplemen MESONA ini tidak hanya sebagai sumber antioksidan melainkan juga berperan sebagai hepatoprotektor, imunomodulator, antidiabetes, antikolesterol dan antihipertensi. Suplemen ini tidak hanya digunakan sebagai terapi pengobatan melainkan juga digunakan sebagai terapi pencegahan penyakit degeneratif.

Sampai saat ini Tri Dewanti masih terus melakukan inovasi diversifikasi produk turunan cincau hitam. Dengan demikian selain memanfaatkan bahan baku lokal yang ada di Indonesia, melalui penelitiannya ini juga dapat meningkatkan nilai jual cincau hitam. (*)

Pewarta : SM Nunggal
Editor : Noordin Djihad