Bunulrejo Batik Fashion Street, Sulap Trotoar Jadi Catwalk

Bunulrejo Batik Fashion Street, Sulap Trotoar Jadi Catwalk

Batik produk Bunulrejo bersama perajin yang bakal dipamerkan jelang tutup tahun 2020. (Foto: ist-aremamedia.com)

MALANG –  Pandemi COVID-19 tidak menghambat perajin batik tulis kawasan Kelurahan Bunulrejo, Malang untuk berkreasi. Terlebih dengan munculnya Kampung Edukasi Batik RW 10 Bunulrejo, sekitar 60 perajin membuat karya kreatif khas Bunulrejo melalui even ‘Bunulrejo Batik Fashion Street’ pada 31 Desember 2020 mendatang.

“Even Festival Batik di Kota Malang memang telah melekat pada Kelurahan Bunulrejo. Sebelumnya, pada 2019 lalu Bunulrejo berhasil membuat even pertama ‘Bunulrejo Recycling & Batik Night Carnival 2019’,” ujar Ketua Karang Taruna Kelurahan Bunulrejo, Andre Wiwanto kepada aremamedia.com, Jumat (25/12/2020).

Andre melanjutkan, even kali ini bertema ‘Kolaborasi Perajin Batik Khas Bunulrejo’. Tema ini sebagai gambaran walaupun kegiatan terbatas akibat pandemi COVID-19, para perajin tetap bisa berkarya. “Sekaligus sebagai pijakan untuk mengembangkan eksitensi perajin batik tulis dan desainer, sehingga dapat mengembangkan industri kreatif fashion di Bunulrejo,” imbuhnya.

Hal itu membuat Andre yakin even mendatang dengan perbaikan konsep dan tampilan bakal menarik minat wisatawan. “Harapan kami tentu saja bisa menjadi tonggak kreativitas perajin batik Bunulrejo sebagai ajang untuk semakin mengenalkan potensi produk budaya Bunulrejo,” ujar Andre lagi.

Pria penuh semangat ini menyadari untuk menggelar even di saat pandemi tidak mudah. Karena itu penyelenggara menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan sederhana. “Kami padukan dengan Pasar Online Batik Bunulrejo yang memudahkan pengunjung dalam memesan batik tulis secara langsung,” tambahnya.

Yang lebih membuat mereka semangat, Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Malang turut mendukung even ‘Bunulrejo Batik Fashion Street’. “Sebagai komitmen BI mendukung acara kreativitas untuk meningkatkan potensi ekonomi melalui ekonomi kreatif warga Bunulrejo,” kata warga asli Bunulrejo ini.

Dukungan dari BI Malang ini juga sebagai bukti nyata pengembangan program Kampung KB yang didukung oleh lintas sektor atau stakeholder di Kota Malang.
Ekosistem Industri Kreatif Batik Tulis Bunulrejo terus bergerak dan berupaya meningkatkan kapasitas perajin.

Hal itu, kata Andre, bertujuan agar Batik Bunulrejo dapat semakin eksis dan kompetitif dalam industri fashion tingkat Nasional. “Para perajin pun semakin bersemangat agar dapat konsisten menyelenggarakan even fashion setiap tahunnya,” tutupnya.(*)

Pewarta : Noordin Djihad