BPK Kenalkan Aplikasi untuk Kawal Keuangan Desa di Kota Batu

BPK Kenalkan Aplikasi untuk Kawal Keuangan Desa di Kota Batu

Sosialisasi yang dilakukan oleh BPK kepada para pejabat desa dan instansi terkait, bertempat di Balaikota Among Tani. (Foto: Doi Nuri-aremamedia.com)

BATU – Badan Pengawas Keuangan (BPK) RI perkenalkan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), kepada pejabat kelurahan dan desa di Kota Batu pada Rabu, (14/8/2019) siang. Bertajuk Workshop Evaluasi Sistem Tata Kelola Keuangan dan Aplikasi Siskeudes, secara terbuka BPK libatkan masyarakat dalam transparansi keuangan di desa.

Aplikasi yang memiliki system analisis in deep ini diawasi langsung oleh BPK RI. Saat ini, semua desa diarahkan untuk menggunakan produk IT tersebut, seperti diungkapkan secara langsung oleh Adi Gemawan Auditor Madya BPK RI dalam sambutannya.

“Bagaimana sistem keuangan di desa seluhur Indonesia, melalui aplikasi ini, kami bisa mengawasi secara langsung. Harapannya transparansi bisa terjadi,” ungkap Adi.

Pengelolaan dana desa (DD), alokasi dana desa (ADD), maupun bagi hasil pajak dan retribusi bisa dipantau kesesuaian penggunaannya , sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kendati demikian, aplikasi ini juga harus sejalan dengan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Perangkat desa harus mau belajar, sebab mengelola DD dan ADD jelas berbeda dengan pengelolaan uang pribadi. Semua harus sesuai dengan rencana pembangunan dan surat pertanggung jawaban,” imbuhnya.

Dalam sisi lainnya, pengguna Siskeudes di Indonesia telah mencapai 88 persen dari 74.974 desa. Desa-desa itu telah melakukan penataan program dan penerapan rekapitulasi data. Sementara desa yang belum, itu lebih karena SDM-nya belum siap.

“Hal ini masalah serius, contoh kejadian, beberapa kasus yang terindikasi bermasalah. Namun setelah dilakukan pengecekan hanya kesalahan administrasi akibat ketidaktahuan dalam pengelolaan berkas yang ada. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad