BI Malang Optimistis Kegiatan Usaha Tumbuh Positif

BI Malang Optimistis Kegiatan Usaha Tumbuh Positif

Kegiatan usaha perhotelan dan restoran diprakirakan alami kontraksi akibat PPKM. (Foto: ist-aremamedia.com)

MALANG – Kegiatan dunia usaha pada triwulan I-2021 mengindikasikan optimistis. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) prakiraan kegiatan usaha sebesar 5,98 persen lebih tinggi daripada SBT -1,75 persen (realisasi SBT triwulan IV-2020).

Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indonesia Malang menyebutkan optimistis kegiatan usaha itu dalam rilisnya, Jumat (15/1/2021).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang, Azka Subhan, mengatakan, industri pengolahan diperkirakan masih mencatat kinerja usaha positif meskipun lebih rendah dibandingkan realisasi periode sebelumnya, sebagaimana terindikasi dari SBT prakiraan sebesar 2,23 persen.

Ditambahkan, responden menyampaikan pertumbuhan positif kinerja usaha terutama didorong oleh permintaan yang masih relatif baik. “Hal ini juga diikuti oleh sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan & perikanan dengan SBT prakiraan sebesar 0,84 persen,” tuturnya.

Sementara itu, lanjut Azka, kontraksi justru diprakirakan terjadi pada kegiatan usaha di sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran (SBT -1,32 persen). “Hal ini akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada Januari 2021,” terangnya.

Menilik triwulan IV-2020, kondisi keuangan perusahaan menunjukan perbaikan. Berdasarkan kondisi likuiditasnya, Saldo Bersih (SB) likuiditas perusahaan tercatat sebesar 6,35 persen setelah triwulan sebelumnya terkontraksi sebesar -6,78 persen.

“Sejalan dengan hal tersebut, kemampuan perusahaan untuk mencetak laba (rentabilitas) pada triwulan IV-2020 menunjukan perbaikan dengan SB sebesar 1,72 persen setelah triwulan sebelumnya terkontraksi sebesar -10,71 persen” terangnya.

Hal ini juga diikuti perkembangan realisasi investasi pada triwulan IV-2020 menunjukan perbaikan dengan SBT sebesar 4,85 persen setelah periode sebelumnya tercatat terkontraksi SBT sebesar -9,66 persen. Peningkatan realisasi investasi tertinggi terjadi pada sektor Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Motor (SBT 5,40 persen) dan sektor Konstruksi (SBT 2,28 persen).

Berdasarkan Prompt Manufacturing Index (PMI) – Bank Indonesia, kata Azka, kinerja Industri Pengolahan triwulan IV-2020 terindikasi mengalami peningkatan dengan indeks PMI-BI 30,00 persen, setelah periode sebelumnya tercatat PMI – BI sebesar 24,27 persen dan 27,27 persen pada triwulan yang sama tahun lalu.

Azka tetap optimistis perbaikan terjadi pada hampir seluruh komponen pembentuk PMI-BI, terutama volume produksi dengan indeks 14,22 persen. “Perbaukan ini karena ditopang oleh penerimaan barang input yang lebih cepat, serta jumlah tenaga kerja dengan indeks 8,97 persen,” ujarnya.

Selanjutnya Azka menyebut PMI-BI triwulan I-2021 diprakirakan sebesar 28,36 persen. Angka ini lebih rendah dibanding triwulan IV-2020. “Hal ini sejalan dengan kinerja sektor Industri Pengolahan yang diperkirakan masih mencatat kinerja usaha positif meskipun lebih rendah dibandingkan realisasi periode sebelumnya,” tutupnya.(*)

Pewarta : Noordin Djihad
Sumber : Rilis BI Malang