BI Malang Operasi Penertiban KUPVA Ilegal, Rini: Mereka Kooperatif

BI Malang Operasi Penertiban KUPVA Ilegal, Rini: Mereka Kooperatif

Tim operasi penertiban KUPVA BB menempel stiker sebagai tanda mereka ilegal. (Foto: Istimewa-aremamedia.com)

MALANG — Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang lakukan penertiban terhadap Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) ilegal di wilayah Kabupaten Malang.

Saat penertiban yang berlangsung pada Kamis (22/8/2019) itu, BI bekerja sama dengan Polres Malang serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Malang.

Menurut Kepala Tim Sistem Pembayaran, Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi BI Malang, Rini Mustikaningsih, operasi dilakukan dengan penempelan stiker penertiban. “Selain itu juga penandatanganan surat pernyataan untuk menghentikan kegiatan usaha dan mengajukan perizinan sebagai penyelenggara KUPVA BB ke Bank Indonesia,” katanya melalui rilis yang dikirim Senin (26/8/2019).

Rini mengatakan yang dilakukan BI ini menjalankan tugas sebagai Lembaga Pengawas dan Pengatur (LPP) KUPVA BB atau money changer.

Yang didapat tim operasi, berhasil menertibkan satu KUPVA BB di Jl. Kawi Kepanjen Kabupaten Malang. Tim langsung menempelkan stiker penertiban. “Bagi KUPVA BB tidak berizin yang merusak, melepas, atau memindahkan stiker penertiban akan dikenakan ancaman pidana sesuai Pasal 232 KUHP,” ingat Rini lagi.

Ditambahkan, sebelum operasi penertiban, pihaknya telah melakukan upaya persuasif secara masif. Upaya itu melalui imbauan kepada KUPVA BB ilegal untuk mengajukan izin ke Bank Indonesia. “Bentuknya melalui sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan awareness,” sambungnya.

Selain terhadap KUPVA BB tidak berizin, tim juga sosialisasi kepada pedagang emas di lima Pasar di Kabupaten Malang, yakni Pasar Gondanglegi, Wonokerto, Bantur, Bululawang dan Krebet. Saat sosialisasi dan edukasi tersebut juga dihadiri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang serta Kepala Unit Pengelola Pasar Daerah kelima pasar tersebut pada 23 Mei dan 25 Juni 2019 lalu.

Pemilihan sasaran edukasi ini didasarkan atas laporan masyarakat dan hasil market intellegence bahwa terdapat beberapa pedagang emas yang melakukan kegiatan usaha penukaran valuta asing tanpa izin dari Bank Indonesia.

Pemilik toko emas mendapat sosialisasi dan edukasi agar tidak menjalankan usaha KPUV BB ilegal. (Foto: istimewa-aremamedia.com)

Rini memuji para pelaku KUPVA BB yang ditertibkan karena bersikap kooperatif. Terbukti saat BI mendatangi kembali, para pedagang tersebut sudah melepas segala atribut terkait penukaran valas. Bahkan yang bersangkutan memilih untuk menghentikan kegiatan penukaran valuta asing.

Rini juga menitip pesan kepada KUPVA BB berizin agar tidak bekerja sama dan bertransaksi dengan pelaku yang tidak berizin.(*)

Pewarta : Noordin Djihad