BI Malang Dukung Ngopi Mbois Bunulrejo

BI Malang Dukung Ngopi Mbois Bunulrejo

KPw BI Malang, Azka Subhan didampingi Idub menunjukkan kopi asli Malang. ( Foto: Noordin Djihad- aremamedia.com)

MALANG — Ekonomi kreatif yang mampu bertahan di masa pandemi ini mendapat perhatian serius Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang. Hal ini ditunjukkan dengan dukungan BI Malang terhadap aneka kegiatan ‘Medayo Bunulrejo’, Blimbing, Malang.

Menurut Kepala BI Malang, Azka Subhan A, dukungan terhadap kreativitas Karang Taruna Bunulrejo ini bagian dari tugas BI mengembangkan ekraf ke arah pariwisata.

Seperti salah satu kegiatan bertajuk ‘Budaya Ngopi Mbois” pada Kamis (17/12/2020) malam lalu, penyelenggara mengundang Sejarawan Dwi Cahyono.

Selain kegiatan seperti ini, lanjutnya, BI Malang juga membina perajin batik serta kegiatan-kegiatan festival.
“Tak kalah pentingnya adalah mengembangkan pertanian dan peternakan lewat program kluster untuk meningkatkan sisi pasokan agar tercipta kestabilan harga sehingga dapat menjaga inflasi di angka yang relatif rendah,” jelasnya.

Azka menilai kegiatan seperti yang dilakukan karang taruna Bunulrejo sangat potensial untuk berkembang. “Tentu saja tetap perlu kerja keras para pengelola sehingga bisa lebih maju dan berkualitas,” saran Azka.

Sementara itu, di ‘Ngopi Mbois’, Dwi Cahyono menceritakan tentang kopi mulai budidaya di akhir 1700-an hingga budaya ngopi itu sendiri. “Pada saat itu atau sekitar 1820, budidaya kopi banyak di daerah Malang Barat. Mulai daerah Noyo ( Dinoyo) sampai Antang (Ngantang) banyak kebun kopi khususnya kopi Jowo,” ujarnya.

Akademisi Universitas Negeri Malang ini kemudian melanjutkan, di Malang Timur mulai lereng Semeru hingga ke selatan terdapat kopi dengan rasa khas. “Kekhasan rasa ini karena dihasilkan dari perpaduan tanah vulkanik dan kapur,” sambungnya.

Untuk budaya ngopi sendiri, Dwi menyebut sudah ada sejak dulu. “Di tengah masyarakat lapis bawah kopi banyak yang dicampur dengan jagung, kedawung, bahkan karak (nasi kering,Red) karena tidak mampu membeli kopi murni,” kata Dwi lagi.

Ketua karang taruna Bunulrejo, Andre Wiwanto mengatakan, kegiatan ngopi akan lebih dikembangkan dengan mendatangkan pelaku usaha. “Mereka akan dikumpulkan di depan Pasar Bunul dengan membuka kedai-kedai seperti pasar malam kopi,” ujarnya.

Salah satu pelaku usaha kopi, Budiarto, menyatakan dukungannya terhadap rencana Ngopi di Pasar Bunul. Bahkan penggagas Malang Sejuta Kopi ini sepakat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kopi. “Kami juga mengajari ibu-ibu untuk menyeduh kopi dengan baik dan benar,” ujar pria yang akrab disapa Idub ini.(*)

Pewarta : Noordin Djihad