BI Gelar KKI UMKM, Wali Kota Malang Perintahkan Serap Lewat APBD

BI Gelar KKI UMKM, Wali Kota Malang Perintahkan Serap Lewat APBD

Batik karya UMKM yang diharap bisa meningkat secara kualitas sehingga memiliki nilai ekspor. (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

MALANG – Support Bank Indonesia terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) seakan tak kenal lelah. Bahkan di masa pandemi 2020 ini, Bank Indonesia Malang, menggelar pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) secara virtual.

Bank Indonesia mengajak masyarakat mengunjungi pameran KKI 2020 secara virtual di website www.karyakreatifindonesia.co.id melalui fitur platform yang dibuka sejak 30 Agustus 2020.

Seperti pada Jumat (21/11/2020), BI Malang menggelar Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Hotel Tugu. “Ini sebagai bentuk usaha pemerintah mendorong UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian, baik di tingkat daerah maupun Nasional,” ujar Kepala BI KPw Malang, Azka Subhan.

Ditambahkan, terdapat tiga kunci sebagai kekuatan baru perekonomian di era digital, yakni kreativitas, digitalisasi, dan sinergi.

Khusus penyelenggaraan KKI 2020, BI memakai konsep virtual dan berseri, yaitu Seri I Sinergi untuk UMKM Ekspor yang digelar pada 28-30 Agustus 2020. “Pada seri ini diikuti oleh 377 UMKM binaan Bank Indonesia,” imbuhnya.

Kemudian di Seri II Sinergi untuk UMKM Digital yang diselenggarakan pada bulan Oktober dan seri III Sinergi UMKM untuk Sahabat Milenial pada 20-22 November 2020 di Hotel Tugu Malang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Seperti halnya pameran, KKI seri III tahun 2020 digelar dengan display produk. Sebanyak 14 UMKM mitra BI menunjukkan produk unggulan
berbagai macam kain dan fashion batik, kopi, serta makanan olahan.

Azka mengatakan KKI ini digelar sejak 2016. “Melalui kegiatan ini UMKM binaan dan mitra Bank Indonesia di seluruh Indonesia didorong untuk secara kontinyu melakukan inovasi, memperbaiki kualitas produk sesuai selera pasar dan berorientasi ekspor” terangnya.

Tentu saja sekaligus mengajak para pelaku UMKM untuk memanfaatkan platform digital, agar dapat menembus pasar internasional.

Azka berharap, kegiatan tersebut bisa membantu UMKM memperluas akses pasar domestik maupun ekspor di tengah pandemi covid-19. “Yang tak kalah penting juga sebagai katalisator bagi pelaku usaha industri kreatif dalam meningkatkan kualitas produk sesuai trend pasar. Sekaligus, mendorong peningkatan nilai tambah melalui ekstensifikasi produk kain menjadi pakaian jadi bernilai jual tinggi,” ujarnya lagi.

Sementara itu Wali Kota Malang, Sutiaji, di tempat sama mewajibkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyerap produk ekonomi kreatif dari UMKM lokal.

“Agar OPD tidak ragu-ragu dalam menyerap produk UMKM, saya akan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal),” ujar Sutiaji seraya menyebut dana serapan bisa diambil melalui APBD maupun APBN bergerak.

Ditambahkan, produk UMKM yang bisa diserap Pemkot Malang, antara lain makanan dan minuman. “Setiap tahun, kebutuhan makanan dan minuman Pemkot Malang mencapai Rp20 miliar,” imbuhnya.

“Dalam masa pemulihan ekonomi, terutama tahun depan, kami bertekad membuat ekonomi kreatif sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.(*)

Pewarta : Noordin Djihad