Beberapa Titik Kota Wisata Ditengarai Rawan Peredaran Narkoba

Beberapa Titik Kota Wisata Ditengarai Rawan Peredaran Narkoba

Salah satu tersangka pengguna narkoba, merupakan ibu rumah tangga ketika memberikan keterangan di depan awak media. (Foto: Doi Nuri - aremamedia.com)

BATU – Banyaknya homestay dan villa serta hotel di Kota Batu, ternyata tidak hanya dijadikan sebagai destinasi peristirahatan para pelancong yang singgah di kota yang sedang merayakan hari jadinya yang ke-18 tahun ini. Munculnya jasa penginapan untuk wisatawan itu, tidak jarang juga digunakan sebagai media penyalahgunaan narkoba. Pasca terungkapnya 10 kasus dengan 15 orang tersangka selama sebulan terakhir ini, Kasat Narkoba Polres Batu Iptu Yussi Purwanto, SH membeberkan beberapa daerah rawan narkoba di Kota Batu.

Seperti diungkapkan Yussi, Kecamatan Junrejo diketahui merupakan daerah dengan data kasus narkoba tertinggi. Daerah ini masih menjadi zona merah peredaran obat-batan terlarang itu. Selanjutnya, kampung wisata Songgoriti yang terkenal dengan wisata villa, tidak luput dari bidikan Satuan Narkoba Polres Batu.

“Pendem merupakan jalur pintu masuk dari Kota Malang maupun Kabupaten Malang. Jadi di sana adalah daerah rawan. Selain di Pendem, kawasan Songgoriti juga merupakan tempat rawan. Songgoriti banyak didatangi wisatawan dari luar kota. Sebagian besar dari mereka menyewa villa di sana,” kata Iptu Yussi kepada aremamedia.com Selasa, (8/10/2019).

Polres Batu, imbuh Yussi, melalui Satuan Narkoba lebih memilih melakukan respon preventif. Jika memang ada target dengan terduga narkoba pasti akan dilakukan tindakan hukum. Hanya saja pihaknya lebih memilih mengutamakan pencegahan agar mendatang rantai peredaran narkoba bisa terputus.

“Kalau program kami mendatang, masih dalam penegakkan hukum. Kalau hasil lidik masih ada pengedar, tetap kita proses. Tetapi akan kami kedepankan sosialisasi utk pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat,” katanya.

Menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batu, pihaknya menekankan sosialisasi dilakukan kepada kelompok Karang Taruna, pelajar dari bangku Sekolah Dasar (SD) sederajat, hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, hingga perguruan tinggi. Melalui sosialisasi tersebut, dirinya berharap kasus narkoba sanggup ditekan sebanyak-banyaknya.

“Penegakan hukum itu pasti kami lakukan, meski saat itu terjadi pasti memakan korban. Terutama keluarga tersangka, akan menanggung aib. Karena itu, kami tidak pernah lelah memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya laten narkoba,” tandasnya.

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad