Bank Indonesia Bantu Pemda Gunakan QRISA, Difi: Lebih Transparan

Bank Indonesia Bantu Pemda Gunakan QRISA, Difi: Lebih Transparan

Kepala KPw BI Jatim, Difi A Johansyah (kiri) saat memberi keterangan pers usai menjadi narasumber Pelatihan Wartawan Ekonomi Jatim, Kamis ?22/8/2019). (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

JOGJAKARTA – Bank Indonesia (BI) siap membantu pemerintah daerah yang akan melakukan pembayaran pajak melalui QR Indonesia Standart (QRIS).

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) BI Jatim, Difi A. Johansyah mengatakan, banyak hal positif jika hal itu dilakukan Pemda. “Tiga di antaranya, mudah, cepat, dan transparan,” ujarnya usai menjadi narasumber Pelatihan Wartawan Ekonomi Jatim di Angkringan Pendopo, Jogjakarta, Kamis (22/8/2019) malam.

Beberapa transaksi pajak daerah yang bisa menggunakan QRIS antara lain PBB, pajak hotel, dan restoran. “Sebenarnya masih banyak lagi, misalnya retribusi parkir,” ujar Difi yang malam itu didampingi Kepala KPw BI Malang, Azka Subhan, Kepala KPw BI Kediri, Musni Hardi Kasuma Atmaja, dan Kepala Divisi SP-PUR KPw Jatim, Abrar.

Dengan melalui QRIS, kata Difi, pajak daerah yang dibayarkan masyarakat tidak tidak berhenti di tempat tertentu. Bahkan diyakini pajak daerah yang dibayarkan melalui QRIS bakal naik signifikan. (Baca juga: BI Luncurkan QRIS Permudah Pembayaran)

Hal itu bisa terjadi karen pajak langsung masuk ke kas daerah. “Prosesnya pun mudah, cepat, dan transparan,” tegasnya.

Untuk itu Difi kembali mengatakan BI siap membantu sekaligus mendampingi Pemda agar pajak daerah bisa naik signifikan.

QRIS di Semua Sektor
Difi juga berharap UMKM, ritel, merchant, SPBU, maupun usaha ekonomi lain sudah menggunakan QRIS.

“Dengan QRIS, transaksi berlangsung cepat dan aman. “Bahkan selain pembayaran bisa pas, bisa terhindar dari uang palsu sebab langsung masuk rekening bank,” jelasnya.

Untuk memakai QRIS juga mudah dan cepat. Masyarakat bisa mendownload aplikasi di ponsel berbasis android. “Saat transaksi tinggal memfoto barcodenya, transaksi selesai, ” kata dia.(*)

Pewarta : Noordin Djihad