Aremania Tanpa Identitas Meninggal Usai Dukung Arema Fc

Aremania Tanpa Identitas Meninggal Usai Dukung Arema Fc

Motor korban tergeletak setelah mengalami kecelakaan. (*)

KAB. MALANG – Usai menonton pertandingan Arema Fc menjamu Persib Bandung pada Selasa (30/7/2019) malam, seorang Aremania tanpa identitas terlindas truk di Jalan Raya Genengan, Pakisaji, Kabupaten Malang. Kejadian ditengarai sekitar pukul 21.30 WIB dari arah selatan ke utara menuju Malang Kota.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria tanpa identitas dengan atribut Arema FC ini melintasi jalan Genengan, Pakisaji, dengan kecepatan tinggi. Diduga karena tak bisa mengendalikan laju sepeda motornya, pria yang menaiki Honda Revo dengan nomor polisi N 3438 A itu terjatuh, sebuah truk pengangkut tebu yang melaju dari arah yang sama langsung melindasnya tepat di sebelah minimarket modern Genengan.

Menurut Sukirno, saksi mata yang juga warga sekitar, dirinya dan beberapa orang yang saat itu ada di lokasi kejadian secara pasti tidak melihat kejadian benturan dua kendaraan tersebut. Ia memperkirakan dari kerusakan kendaraan dan bekas goresan di aspal, sepertinya korban melaju kencang.

Saya tidak lihat jatuhnya, tapi tiba-tiba terdengar suara motor terlindas tiga kali dan sudah ramai saja. Saya lihat ada seorang pria tergeletak di tengah jalan,” ungkapnya.

Akibat kecelakaan itu, korban yang tak mengenakan helm tersebut akhirnya tewas seketika dengan kondisi mengenaskan. Warga pun akhirnya menepikan jasad Aremania tak dikenal ini dan menutupinya dengan sebuah kardus yang didapat dari minimarket tersebut.

Tentang insiden kecelakaan dengan korban jiwa ini, Kanit Laka Lantas Polres Malang Iptu Agus Yulianto membenarkan adanya peristiwa kecelakaan maut yang menewaskan seorang Aremania itu. Pihaknya segera melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas korban.

“Memang ada kecelakaan, korban seorang laki-laki, tapi tidak ada identitasnya, jadi langsung dibawa ke RSUD Saiful Anwar (RSSA) untuk kami lakukan penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad