Aremania Kepung DPRD, Curhat Soal Dualisme Yayasan Arema

Aremania Kepung DPRD, Curhat Soal Dualisme Yayasan Arema

Wali kota, Wawali, Sekda dan Kapolresta Temui Aremania Soal  dualisme Arema.
(foto: Doddy Rizqy-aremamedia.com)

MALANG – Ribuan aremania yang menamakan diri Malang Great Again demo damai di depan gedung DPRD Kota Malang, Senin (16/11/2020). Mereka resah dengan dualisme yang berlangsung sembilan tahun.

Wali Kota Malang bersama Wawali, Sekda dan Kapolresta menemui para perwakilan untuk minta penjelasan soal dualisme Arema.

“Besok perwakilan yang ditunjuk agar bisa menemui yayasan Arema di Jakarta atau dimana sehingga persoalan dualisme Arema segera clear. Marilah kita jaga Bhumi Arema yang kita cintai ini tetap konduksif. Setelah ini kami mohon aremania kembali ke rumah dengan tertib dan tetap menjaga protokol kesehatan, ” pinta Wali Kota Sutiaji yang langsung disambut salam satu jiwa ribuan Aremania.

Perwakilan massa aksi, Andi Sinyo, mengatakan gonjang- ganjing Yayasan Arema yang diketuai M Nur kian ruwet. Karena itu Make Malang Great Again ini meminta pengurus Yayasan Arema datang menemui mereka biar jelas permasalahannya, karena dualisme Arema hampir sembilan tahun.

“Dualisme ini sudah terjadi  tahun lamanya. Sembilan tahun tidak ada solusi dan tidak ada pemecahan, membuat kita makin terpecah belah,” ujarnya kepada wartawan di sela aksi depan DPRD Kota Malang, Senin (16/11/2020).

Konon konflik dualisme, lanjut Sinyo, memicu Aremania saling adu argumentasi sehingga mereka resah.

“Sampai kapan ini akan terjadi?” tanyanya seraya melanjutkan, “Kasihan adik-adik kita, kasihan Aremania.”

Analisis dia, di Indonesia nama Aremania sudah jatuh sehingga perlu dibangun kembali persatuan untuk kembali membawa nama Arema dan Aremania berjaya.

“Maka, tuntutan kami adalah, datangkan organisasi Yayasan Arema ke Malang temui aremania, kita bicara baik-baik,” jelas bagian komunikasi media Make Malang Great Again ini.

Aremania juga meminta pemangku kebijakan di Malang Raya turut membantu mendatangkan pengurus yayasan, karena selama ini, mengalami kesulitan untuk menemukan keberadaan mereka.

Pengurus yayasan yang dimaksud adalah yang telah terdaftar ke Kemenkum HAM sesuai akte notaris Nurul Rahadianti, SH nomor AHU-AH 01.06.317.

“Mereka itu adalah, Darjoto Setyawan selaku pembina pengawasan yayasan, Bambang Winarno, Ketua Yayasan Muhamad Nur, dan Bendahara Yayasan, Rendra Kresna. Kami meminta bapak wali kota, bapak Kapolres, dan bapak DPRD membantu mendatangkan mereka,” tandas Andi Sinyo.(*)

pewarta: Doddy Rizqy
editor    : Nordin Djihad