Angka Silpa Tinggi, Dewanti Rumpoko: Kebacut!

Angka Silpa Tinggi, Dewanti Rumpoko: Kebacut!

Desa Giripurno dan Bumiaji memperoleh Silpa tertinggi di Kota Batu. (Foto: istimewa)

BATU – Kota Batu memperoleh Sisa Lebih Pembelanjaan Anggaran (Silpa) hingga mencapai Rp 16 miliar, dari 19 desa dibawah pemerintahan Dewanti Rumpoko. Mendatang, Pemkot Batu akan mengevaluasi seluruh desa mengenai pemahaman perangkat desa akan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes).

Meski Siskeudes juga masih mengalami kendala terkait sistem, menurut istri Edi Rumpoko tersebut, faktor banyaknya perangkat desa yang belum memahami tentang sistem tersebut, merupakan poin inti yang harus segera ia evaluasi.

“Kita harus akui memang SDM perangkat desa harus ditingkatkan. Kabupaten Malang itu memiliki ratusan desa, kurang lebih empat ratus desa. Kita hanya sembilan belas desa dan belum mudeng (paham) kan kebacut, (keterlaluan),” jelas Bude pada awak media, Senin (19/8/2019).

Wacana evaluasi seluruh perangkat desa mengenai pemahaman tentang Siskeudes, dibenarkan oleh Sekertaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMD2P3AP2KB) Kota Batu, Edi Juniarianto. Hal tersebut merupakan kelanjutan pendampingan dan memberikan sosialisasi yang telah dilakukan pihaknya.

“Mau bagaimana lagi, kami akan melakukan pendalaman lagi kepada para perangkat desa, meski pernah juga kami hadirkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapedda) Kota Batu dan Dinas Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Batu agar program pada 19 desa tersebut dapat berjalan sempurna,” imbuh Edi.

Diketahui, banyaknya berkas dan syarat administrasi yang belum dilengkapi sehingga program yang diajukan menjadi terbengkalai, adalah sebab utama permasalahan Silpa link tersebut. Edi menambahkan, jika dijalankan sesuai Rencana Anggaran Belanja (RAB), sesuai dengan Rencana Anggaran Pembangunan Jarak Menegah Daerah (RAPJ) maka seharusnya tidak terjadi keraguan.

“Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji dengan perolehan Silpa sekitar Rp 800 juta, itu paling tinggi. Sementara, perolehan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) serta bagi hasil pajak dan retribusi juga digunakan untuk menopang RAPJ Kota Batu sehingga memiliki satu kesinambungan,” pungkasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad