Anak Autis dan ABK Wajib Diet, Ini Alasannya

Anak Autis dan ABK Wajib Diet, Ini Alasannya

Salah satu siswa autis diajar menulis. (Foto: Iwan Setiawan-aremamedia.com)

BATU – Bagi orangtua di Kota Batu khususnya, yang memiliki anak autis tak perlu khawatir. Di Jl Imam Bonjol atas Batu, terdapat institusi khusus anak Autis yang dikelola Yayasan Restu Bunda.

Meski beroperasi sejak 2003, sekolah ini masih belum memiliki gedung sendiri. “Kami sewa rumah yang terdiri dari tiga ruang kelas berukuran sekitar 4×4 m2 setiap ruangan,” ujar salah satu guru pengajar, Mifta Cholisa.

Saat ini terdapat 12 siswa dengan usia bervariatif. Terdapat empat tenaga pengajar, masing-masing menangani satu siswa.

Lisa, panggilan akrabnya, menyebut terdapat beberapa jenis autis. “Antara lain nonverbal, verbal, hiper aktif, hipho aktif dan down syndrom,” kata Lisa.

Setiap anak, lanjutnya, permasalahannya tidak sama. “Karena itu penanganan setiap anak juga berbeda,” ujarnya.

Lisa juga menuturkan, metode awal bagi anak autis adalah ABA. Hal ini adalah mengenai dasar kepatuhan anak untuk merespon lawan bicara, memahami maksud lawan bicara.

Tak kalah penting, sambung Lisa, anak autis wajib diet makanan. Tujuannya untuk meredam perilaku sang anak. “Diet sangat penting, agar si anak bisa tenang. Kalau tidak, kadang-kadang mereka menyakiti diri sendiri seperti memukul kepala sendiri,” tambahnya.

Untuk menjadi siswa di sini,
biaya masuknya Rp 1 juta. “Untuk biaya bulanan terbagi tiga macam. Yang satu minggu dua kali Rp 300.000, satu minggu tiga kali Rp 400.000 dan satu minggu lima kali Rp 550.000,” terang Lisa.(*)

Pewarta : Iwan Setiawan (Mg-1)
Editor : Noordin Djihad