Alfin dan Dendi Absen Pada Laga Melawan Borneo Fc

Alfin dan Dendi Absen Pada Laga Melawan Borneo Fc

Sesuai latihan tim, dr Nanang Tri Wahyudi saat akan menemui awak media. (Foto: Doi Nuri)

MALANG – Alfin Tuasalamony dan Dendy dipastikan absen karena cedera untuk pertandingan kedua Liga 1 2019, melawan Borneo FC, Rabu (22/5/2019) besok.

Vonis dari dokter tim Arema FC, keduanya diharuskan istirahat antara 5-7 hari sehingga melewatkan lawatan penting untuk mengganti poin yang hilang di Sleman.

“Dendi mengalami memar pada betisnya karena benturan dalam pertandingan lawan PSS,” ujar dokter tim Arema, dr. Nanang Tri Wahyudi seusai latihan Arema FC pada Minggu, (19/5/2019).

Ia menjelaskan jika Dendi dan Alfin harus menjalani terapi dan pemulihan di Malang. Meski demikian, dr Nanang mengatakan jika peluang bermain keduanya terbuka ketika Arema menjamu Persela Lamongan, 27 Mei mendatang di pekan ke tiga Shopee Liga 1.

“Kalau Alfin dan Dendi dipaksakan turun lawan Borneo belum maksimal. Justeru itu berpotensi merugikan tim dan pemain, bisa jadi malah lebih parah nantinya,” beber dr. Nanang.

Seperti diketahui, sejak kepulangan dari Sleman, dua pemain ini sudah mendapatkan penanganan. Mulai dari terapi air es, obat hingga laser. Selain itu, kini mereka juga harus latihan terpisah dan bertahap.

Dalam latihan terakhir sebelum berangkat ke Samarinda, pelatih Arema Fc, Milomir Seslija menjajal beberapa pemain lain. Posisi Alfin misalnya, terlihat diisi Ricky Ohorella. Sementara, Dedik Setiawan menjadi pengganti Dendi di sektor sayap kanan.

“Kehilangan mereka berdua memang merugikan, tapi kami punya Dedik, Kayame atau Rivaldy. Alfin bisa digantikan Ricky. Sore ini kami simulasikan untuk pertandingan nanti,” Kata Milomir Seslija.

Pelatih berusia 54 tahun itu mengatakan, absennya dua pemain ini tidak ingin dijadikan sebagai masalah. Kualitas pemain pengganti yang dia siapkan memiliki kemampuan sama rata. “Saya percaya pada pemain, bahkan mereka yang di bangku cadangan,” pungkasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad