Air PDAM Bau Minyak Tanah, Sumber Wendit 3 Sengaja Dicemari?

Air PDAM Bau Minyak Tanah, Sumber Wendit 3 Sengaja Dicemari?

Satpam Stiemara yang menutup hidung karena tervium bau minyak tanah dari air PDAM. ( Foto: Doddy Rizqy- aremamedia.com)

MALANG – Delapan puluh ribu konsumen  Perumda Tirta ( PDAM) Kota Malang di empat zona mengeluhkan kualitas air yang mengeluarkan aroma seperti minyak tanah.

Suharyono salah satu Satpam di STIE Malangkucecwara (Stiemara), Kecamatan Blimbing yang piket sore mengaku kaget air PDAM di tempat ia bekerja mendadak berbau minyak tanah. “Waduh kok air PDAM-nya bau seperti minyak tanah. Saya akan lapor ke pimpinan,” kata warga Mojolangu itu kepada aremamedia.com, Kamis (12/11/2020).

Suharyono juga mengaku telah melaporkan kepada PDAM Kota Malang. Ternyata dia hanya menerima permohonan maaf dari PDAM tanpa dijelaskan penyebab air mengeluarkan bau minyak tanah.

Keluhan senada juga dikatakan Ny Ruli pegawai laundry di kawasan Candi Mendut  tak jauh dari Stiemara. “Saya baru tahu tadi pagi setelah ditelepon juragan karena air di kamar mandi bau minyak tanah. Untung semua cucian setelah dikasih pewangi hilang bau minyaknya,” kata warga Candi Kalasan itu jujur.

Ternyata keluhan serupa juga dialami Nia, warga Buring, Kedungkandang yang jauh dari Blimbing. “Tadi saya masak nasi jam 10.30 airnya masih normal tanpa bau. Sekitar jam 11.00, baru airnya bau minyak tanah,” ujarnya.

Direktur Utama PDAM, M  Muklas menduga kuat ada unsur kesengajaan dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab melakukan pencemaran di Sumber Wendit 3.

“Kami akan melakukan pengurasan pada reservoir dan flushing di semua titik hydrant dan BR. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Kalau ada CCTV kami pasti tahu dan menangkap pelakunya. Kami sudah menerjunkan tim untuk mengendus dan menangkap pelaku. Jika terbukti akan kami bawa ke polisi,” tegasnya.

Selanjutnya Muklas berencana memasang CCTV untuk memantau segala peristiwa. “Kami makin mantap untuk memasang CCTV di 47 sumber,” tutupnya.(*)

Pewarta: Doddy Rizqy
Editor : Noordin Djihad