90 Satgas Anti Judi Kota Batu Waspadai Botoh Jelang Pilkades Serentak

90 Satgas Anti Judi Kota Batu Waspadai Botoh Jelang Pilkades Serentak

Secara simbolis, Kapolres Batu Harviadhi Agung Pratama, memakaikan rompi dalam pelantikan satgas anti judi. (Foto: Doi Nuri-aremamedia.com)

BATU – Sebanyak 90 orang dilantik sebagai Satuan Tugas (Satgas) Anti Judi, Senin !30/9/2019) di Graha Pancasila, Balaikota Among Tani Batu. Pelantikan ini untuk menyambut pemilihan kepala desa (Pilkades) pada Rabu, (2/10/2019) lusa.

Selain itu, 38 calon kepala desa (Cakades) dari 11 desa di Kota Batu melaksanakan ikrar damai. Kegiatan tersebut ditujukan untuk merealisasikan pemilu damai, sekaligus tanpa perjudian.

Kapolres Batu, AKBP Harviadi Agung Pratama S.I.K M.I.K, mengatakan, pelantikan Satgas dan deklarasi damai ini tujuan pertama sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya konflik. “Kedua, untuk menekan praktik politik uang, kendati dari 11 desa penyelenggara tidak ada daerah yang memiliki potensi kerawanan,” ujarnya.

Harvi berharap, bagi masyarakat yang menemukan judi atau politik uang bisa melaporkan kepada petugas di lapangan atau langsung kepada Satgas.

Puluhan Satgas Anti Judi ini diterjunkan di 11 desa penyelenggara pemungutan suara. Pasalnya, selama ini aksi Botoh (penjudi Pilkades) tidak bisa dihindarkan oleh masyarakat, bahkan selalu dibarengi aksi politik uang.

“Penemuan pelanggaran berupa politik uang, akan kami tindak sesuai undang-undang yang berlaku. Namun saya berharap dan yakin, Pilkades berjalan dengan lancar,” tutup Kapolres yang baru menjabat tujuh hari ini.

Terkait masalah keamanan selama proses pemungutan suara, Kapolres mengungkapkan, 370 personel gabungan terdiri dari unsur kepolisian, TNI dan Linmas akan membantu pengamanan proses demokrasi tersebut.

“Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan lainya. Peran serta aktif, bahu membahu untuk menjaga situasi kondusif semua elemen adalah jurus ampuh agar Pilkades berjalan lancar sesuai harapan,” pungkasnya. (*)

Pewarta: Doi Nuri
Editor: Noordin Djihad