50 Guide Ikuti Sertifikasi Di Kaliwatu Rafting

50 Guide Ikuti Sertifikasi Di Kaliwatu Rafting

Para guide mengikuti materi tentang safety awareness di aula Applesun (Shuvia Rahma)

BATU – Sebanyak 50 guide rafting se-Jawa Timur mengikuti pelatihan dan uji kompetensi di AppleSun, Kaliwatu mulai hari ini hingga 13 Mei mendatang.

Acara yang digelar Asosiasi Industri Rafting (AIR) tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Sebelum mengikuti sertifikasi, para guide mendapatkan materi pelatihan antara lain teknik arung jeram, prosedur keselamatan, hingga service excellent.

Salah satu pemateri, Anggara Wijaya mengatakan, penting dilakukan latihan terutama untuk mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak terduga.

“Buat skenario-skenario agar ketika menghadapi hal yang tidak diinginkan nggak kebingungan di lapangan,” jelas Angga.

Ia menambahkan, para guide harus memegang konsep kunci keselamatan yaitu menghindarkan kecelakaan yang tidak diinginkan dan dapat diterima dalam kegiatan adventure.

“Kecelakaan minor misalnya basah, kedinginan, capek dan lecet relatif masih bisa diterima,” rincinya.

Ia menambahkan kebanyakan kecelakaan terjadi antara lain terjebak di bawah batu, terjebak di pohon yang melintang, terbawa arus, hingga terserang penyakit mendadak.

“Usahakan menanyakan riwayat penyakit kepada tamu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” rincinya.

Ketua Asosiasi Industri Rafting (AIR) Jawa Timur, Mukhlas Rofiq menjelaskan sertifikasi berdasarkan data yang dimiliki AIR, ada sekitar 500 guide rafting dari 30 operator rafting di Jawa Timur. Dari jumlah guide tersebut, 80 persennya telah tersertifikasi.

“Potensi wisata alam bagus. Eksplorasi sungai sudah banyak dilakukan. Baik untuk di wilayah barat, timur maupun utara Malang,” jelas Owner Kaliwatu Rafting ini.

Standarisasi guide lanjut Rifoq, diperlukan karena bisnis rafting berkaitan dengan kegiatan adventure yang memiliki resiko besar.

“Standarisasi bukan hanya untuk keselamatan. Tetapi juga pelayanan mulai dari tamu datang hingga tamu pulang,” jelasnya. (ara)