35 Paguyuban Berebut Jadi Ikon Seni Kota Malang

35 Paguyuban Berebut Jadi Ikon Seni Kota Malang

Salah satu grup jaranan sedang unjuk kebolehan di Festival Jaranan, Ahad (2/12/2018). (Foto: Emil Meireza S-aremamedia.com)

MALANG – Sebanyak 35 paguyuban mengikuti Festival Jaranan Malang, Ahad (2/12/2018) di Taman Krida Budaya, Malang.

Sejak pagi, seluruh paguyuban jaranan yang mempersiapkan penampilannya. Masyarakat juga turut hadir karena penasaran dengan festival tersebut.

Ketua DRPD Kota Malang, Bambang Heri Susanto dalam sambutan pembukaan mengatakan, acara ini seharusnya tidak hanya festival. Ada acara-acara lain juga yang setidaknya dapat mendukung Kota Malang menjadi kota yang bermartabat.

“Jadi tidak hanya festival. Seharusnya ada kategori yang menjanjikan para juara nanti untuk bisa menerima tamu dari luar, agar bisa disambut jaranan,” harapnya.

Penampilan pembuka festival tersebut dari paguyuban Putra Manggala. Dilanjut dengan penampilan-penampilan dari ke-35 paguyuban jaranan. Dalam acara tersebut tercatat sekitar 700 peserta turut andil dalam pagelaran tersebut.

Bentuk festival tersebut berupa kompetisi yang dinilai langsung oleh ketiga juri, yaitu Winarto, Soleh Adi Pramono, dan Trinoto Wibisono. Pemenang dari kompetisi tersebut nantinya akan dijadikan ikon seni oleh Kota Malang. (*)

Pewarta: Emil Meireza Sulaiman
Editor : Noordin Djihad