347 Pegulat Duel Di Batu

347 Pegulat Duel Di Batu

BATU- Di tengah sulitnya mencari bibit pemain gulat, Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kota Batu menjadi tuan rumah Kejuaraan Provinsi Gulat Jatim Pemula (SD) dan Remaja (SMP).

Sebanyak 347 atlet dari 20 kota dan kabupaten di Jawa Timur berjibaku merebut tiket jawara dalam kejuaraan gulat ini.

Kejurprov Gulat yang diselenggarakan di GOR Gajah Mada Kota Batu ini dibuka oleh Ketua Pengurus Provinsi PGSI Jatim, Rahman, Sabtu (12/5/2018).

Hadir juga dalam giat tersebut, Ketua KONI Kota Batu, Ir. Zainul Arifin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi, Siswanto dan Ketua Pengcab PGSI, Sunaedi.

“Saya senang sekali Kejurprov gulat untuk pertama kalinya dilaksanakan di Kota Batu, karena Kota Batu adalah induknya gulat Jatim, “ ujar Rahman.

Gulat berkembang di Jawa Timur berawal dari berdirinya Sekolah Guru Olahraga (SGO) di Kota Batu. “Kalau Kota Batu tidak ada gulat, sangat disayangkan, “ujarnya.

Ia bersyukur saat ini gulat Kota Batu mulai berkembang dan bisa mewarnai Kejurprov Gulat Jatim kelas pemula dan remaja.

Hasil Kejurprov ini, menurut Rahman, atlet berprestasinya akan dijadikan lapis kedua atlet gulat Jatim dalam PON.

“Apalagi setelah PON Papua tahun 2020 akan ada PON Junior tahun 2020, atlet yang bertanding adalah hasil Kejurprov, “ ujarnya.

Saat ini menurut Rahman banyak bibit atlet gulat baru, serta dominasi juara tidak lagi didominasi kota besar saja, namun juga kota baru.

Dua tahun ini, perkembangan gulat di Banyuwangi sangat luar biasa, meski baru berdiri Pengcab, dengan semangat yang luar biasa, dua tahun ini Banyuwangi menjuarai gulat di Jatim.

Rahman mengucapkan terima kasih kepada para guru, karena pembibitan atlet banyak dibantu oleh para guru, sehingga setiap tahun wajah baru selalu muncul.

“Kejurprov pemula ini tingkat SD dan remaja tingkat SMP. Nanti tingkat SMA kita laksanakan di Mojokerto dan kelas Junior akan diselenggarakan di Tuban, “ katanya.

Di tempat yang sama Ketua Pengcab PGSI Kota Batu, Sunaedi mengatakan gulat di Batu baru ada tahun 2017.

Namun ia optimis perkembangan gulat di Kota Batu akan sangat bagus. “Berkaca pada Ali, warga Sumberjo yang menjadi atlet nasional, menunjukkan bahwa kota Batu adalah sejarah gulat di Jatim, “ ujar Sokek, panggilan akrab Sunaedi.

Direktur PDAM Kota Batu ini mengatakan bahwa saat ini ada 12 atlet yang dimiliki Kota Batu.

Ia membenarkan memang sulit untuk mencari atlet gulat, namun dengan pendekatan persuasif yang dilakukan oleh pengurus, jumlah atlet gulat Batu terus bertambah.

“Mudah-mudahan bisa menang Kejurprov, tidak perlu target muluk, kami masih sangat muda sekali, “katanya.(*)

Pewarta : Muhammad Dhani Rahman

Editor : Shuvia Rahma