32 Bangunan Dapat Sertifikat Cagar Budaya, Dwi Cahyono: Rumah Jalan Ijen Tunggu Pemkot

32 Bangunan Dapat Sertifikat Cagar Budaya, Dwi Cahyono: Rumah Jalan Ijen Tunggu  Pemkot

Salah satu rumah di Jalan Ijen yang masih tetap dalam bentuk asli. (Foto: Emil Meireza-aremamedia.com)

MALANG – Wali Kota Malang Drs H Sutiaji, Senin (14/1/2019) menyerahkan sertifikat 32 bangunan cagar budaya. Bangunan itu ada yang berupa tempat ibadah, rumah, jembatan, stasiun, dan sebagainya.

Menurut anggota Tim Ahli Cagar Budaya Malang, Dwi Cahyono, pemerintah seharusnya tidak berhenti pada penetapan saja.

“Memang kami yang mengusulkan, kemudian wali kota yang menetapkan. Tapi setelah (penetapan) itu, terus apa dan bagaimana?” ujar Dwi Cahyono beretorika.

Pemerintah, kata Ketua Yayasan Inggil ini, seharusnya segera melakukan langkah-langkah selanjutnya untuk melindungi cagar budaya. “Karena bangunan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya bisa dimasuki oleh masyarakat umum,” jelasnya.

Dwi juga menyoroti bangunan sepanjang Jalan Ijen mulai ujung Selatan sampai Utara (bundaran Jalan Bandung). “Di situ kan banyak yang sudah berubah dari bentuk bangunan asli. Ada yang jadi kantor, toko, dan lain-lain,” ungkapnya.

Ketua Yayasan Inggil, Dwi Cahyono. (Foto: Noordin Djihad-aremamedia.com)

Persoalannya, lanjut Dwi, ada pada keseriusan pemerintah. “Kalau di sepanjang Jalan Ijen ditetapkan sebagai cagar budaya, berani nggak pemerintah menyuruh pemilik bangunan membongkar dan mengembalikan seperti semula,” tanyanya sambil tersenyum.

Sebanyak 32 bangunan yang mendapat sertifikat tersebut beberapa di antaranya Balaikota, Kantor Bank Indonesia, Kantor Pajak Pratama, SMAN 4, dan Rumah Dinas Walikota.

“Malang menjadi Heritage Tourism. Jadi kita menjadi Kota Heritage,” ujar Sutiaji saat penyerahan sertifikat.

Sutiaji bahkan menyebut kriteria heritage tidak hanya bangunan. Pohon juga bisa jadi heritage, seperti trembesi yang bentuknya seperti jendela, beringin berusia tua, serta kenari yang jumlahnya lebih dari 147 pohon.

“Teratai juga termasuk tumbuhan heritage yang tidak banyak dipunyai kota lain,” jelasnya seraya mengancam akan menghukum siapapun yang merusak kawasan Heritage di Kota Malang.(*)

Pewarta : Noordin Djihad
Editor : SM Nunggal