25 November sebagai Hari Keris Nasional, Ini Alasannya

25 November sebagai Hari Keris Nasional, Ini Alasannya

Unggul Sudrajat (dua dari kiri) ketika menerima cinderamata dari Ketua PSP LPPM UB, Mohamad Fadli, Senin (15/10/2018).(Foto: Yosep Kellen-aremamedia.com)

MALANG –  Peneliti Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Unggul Sudrajat, menyampaikan pentingnya kebijakan untuk mendukung Hari Keris Nasional pada Senin (15/10/2018) di Graha Widyaloka Universitas Brawijaya Malang.

Ketika ditemui aremamedia.com seusai acara, Unggul memaparkan hasil riset menunjukkan 98 persen reaponden merasa perlu peringatan Hari Keris Nasional yang akan diperingati setiap 25 November. Terlebih lagi keris diakui oleh UNESCO.

Unggul menilai bahwa di era milenial ini kecintaan terhadap keris masih menemui kendala. “Misalnya perspektif yang masih menganggap keris sebagai sesuatu yang mistik dan syirik,” ujarnya.

Lebih lanjut  Ia menjelaskan bahwa perspektif tersebut bisa direduksi dalam bentuk esdukasi, literasi melalui buku bahan ajar tentang keris.

Unggul berharap bahwa dengan peringatan hari keris ini bisa meningkatkan produktifitas perekonomian  para pelaku, perajin  serta pertumbuhan dunia perdagangan keris. Dengan demikian dapat berdampak positif pada pertumbuhan  sektor ekonomi kerakyatan.

Ia pun menegaskan bahwa dengan adanya perayaan Hari Keris Nasional, orang lebih mengenal dan sadar terhadap keris. (*)

Pewarta : Yosep Kellen (Mg-2)
Editor : Noordin Djihad