24 Anggota Dewan Diperiksa, Sutiaji Curhat Ke KPK

24 Anggota Dewan Diperiksa, Sutiaji Curhat Ke KPK

Plt Wali Kota Malang, Sutiaji (Haris Sugiharto / aremamedia.com)

MALANG – Plt.Wali Kota Malang, Sutiaji mengaku cemas dengan pemanggilan dan pemeriksaan 24 anggota DPRD Kota Malang oleh KPK yang dipusatkan di Mapolres Malang Kota selama dua hari mulai hari Jumat (31/8) dan sabtu (1/9)lalu.

Kegelisahan wali kota terpilih dalam Pilkada 2018 ini bertambah saat mendengar kabar kalau 24 orang anggota dewan ini dipanggil ke Jakarta guna menjalani pemeriksaan terkait kasus gratifikasi APBD Perubahan 2015.
“ Terus terang saya khawatir, kalau sampai ada tersangka baru dan semuanya ditetapkan sebagai tersangka,” ungkap Sutiaji.
Hal itu disampaikannya pada penyidik KPK saat lakukan pemeriksaan pada dirinya Jumat (31/8) di aula Bhayangkari Mapolres Malang Kota.
“ Kalau semua DPRD ditangkap dan jadi tersangka terus bagaimana jalannya Kota Malang ini apalagi kalau anggota dewan tinggal beberapa orang,” aku Sutiaji menyampaikan pada penyidik KPK.
Yang pasti dampaknya akan dirasakan oleh pemerintah Kota Malang dan secara otomatis akan mengganggu jalannya roda pemerintahan.
“Jawaban penyidik KPK mengatakan kalau pihaknya hanya menjalankan tugas, hanya saja KPK meminta pemerintah kota melakukan koordinasi dengan Kemendagri,” jelas Sutiaji menirukan pernyataan KPK.
Disinggung soal diskresi, mantan wakil wali kota Malang ini mengaku bahwa diskresi hukum dan politik tidak bisa dipadukan.
“ Jelas dalam kondisi ini tidak bisa, hanya saja saya belum bisa memastikan kalau anggota dewan itu akan ditetapkan sebagai tersangka baru,” tambahnya.
Hanya saja pemkot Malang akan segera lakukan pertemuan dan koordinasi dengan Kemendagri terkait kasus ini.
“ Saya akan ajak pak Sekda ( Wasto.red) untuk lakukan pertamuan dan koordinasi dengan Kemendagri atas saran KPK dalam mencari solusi dari kebuntuan ini. Dan tindakan ini diambil sebagai langkah antisipatif,” tandasnya.(*)

Pewarta : Haris Sugiharto
Editor: Shuvia Rahma