Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring Diakses 25 Juta Orang, Ini Penyebabnya

Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring Diakses 25 Juta Orang, Ini Penyebabnya

Rektor UMM, Dr Fauzan MPd memberikan sambutan di acara diseminasi bahasa Indonesia di UMM, Jumat (21/9/2018). (Humas UMM for aremamedia.com)

MALANG – Keingintahuan masyarakat terhadap bahasa Indonesia ternyata cukup tinggi. Setidaknya terlihat dari akses terhadap Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring. “Badan Bahasa mendapatkan data bahwa sekitar 25 juta orang mengakses KKBI secara daring,” tutur Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Badan Bahasa, Hurip Danu Ismadi.

Pernyataan Hurip ini disampaikan di acara kegiatan diseminasi bahasa Indonesia, Jumat (21/9/2018) di UMM atas kerja sama Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UMM dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Khusus aplikasi KBBI, lanjutnya, selain mudah digunakan juga terdapat fitur bahasa asli dari berbagai daerah di Indonesia. Aplikasi ini bukan hanya mampu mencari arti sebuah kata dari bahasa derah, namun juga memungkinkan kita memberikan tanggapan secara interaktif.

“Kamus ini interaktif bisa diakses dan bisa memberikan akses terhadap penambahan kosa kata di KBBI kita. Ini gratis, bisa diunduh kapan saja,” terangnya.

Sementara itu,Rektor UMM Fauzan menyampaikan bahwa perkembangan bahasa tidak lepas dari perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Keberadaan bahasa juga tidak bisa disembunyikan dari derasnya arus globalisasi.

“Bahasa memang tidak bisa berada dalam ruang yang tertutup. Bahasa menjadi  bagian yang kena dan mengenai perkembangan teknologi di dunia ini, apapun bentuknya,” ujarnya. (*)

Pewarta : Haris Sugiharto
Editor : Noordin Djihad